Share

Unhas Wakili Indonesia pada Forum Guru Besar Internasional

Andi Aisyah, Okezone · Jum'at 24 Juni 2011 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 24 373 472419 cOZT7TIc8u.jpg Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mewakili Unhas dan Indonesia dalam simposium guru besar internasional di Italia (Foto: ist.)

MAKASSAR - Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Dr.

Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menghadiri undangan International Symposium of University Professors pada 23-25 Juni 2011 yang diadakan oleh Ministry Foreign Affairs (Deplu) Italia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Pertemuan diadakan di aula konferensi di Kantor Menteri Luar Negeri Italia. Semua peserta berdialog diberi waktu selama sepuluh menit, memberi pengantar, setelah sambutan dari Menlu Italia, Franco Frattini. Para peserta juga diberi waktu  berbicara masing-masing selama 10 menit.

Simposium mengambil tema, The University and The Challenge of Knowledge: There is a Future for University Cooperation with Regard to Peace and Development? Tujuannya, membahas bagaimana peran universitas dalam hal ikut terlibat aktif dalam  membangun perdamaian.

Dalam konferensi tersebut, Dwia menyampaikan, kerja sama internasional antar-universitas selayaknya bisa melampaui ruang lingkup riset dan pendidikan untuk agenda akademik semata, dan juga bisa menghasilkan upaya inovatif dalam membangun toleransi dan kesadaran bersama di kalangan masyarakat baik di dalam dan luar negeri.

"Para akademisi bisa mulai merintis networking dengan sesama koleganya tanpa mempertimbangkan identitas agama, kultur, dan ideologi politik.

Kerja sama akademik yang dilakukan juga harus mampu dibangun atas prinsip mutual understanding," tutur Dwia seperti dikutip dari keterangan tertulis Unhas, Jumat (24/6/2011).

Dwia juga juga menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah Unhas lakukan, di antaranya kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi di Israel. Walaupun antara negara Indonesia dengan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, namun kerja sama dalam agenda pelatihan, penelitian, dan community services  tetap mampu dilangsungkan. Saat ini dua mahasiswa Unhas sedang mengikuti program kerja sama riset dan training di Volacany Center, Tel Aviv, Israel,  suatu institusi riset di bawah Kementerian Pertanian Israel.

"Tujuan kegiatan penelitian dan training mahasiswa semacam ini bukan hanya untuk sekadar peningkatan kemampuam akademik saja, tetapi juga mampu membangun pengertian dan kesadaran yang tinggi di kalangan mahasiswa tentang perbedaan ideologi politik agama dan budaya," bubuhnya.

Dia mengimbuhkan, kunjungannya bersama Rektor Unhas ke Tel Aviv pada tahun lalu ditindaklanjuti dalam bentuk menghadirkan pakar dari Israel ke Unhas dan sebaliknya mengirimkan pakar dari Unhas ke beberapa training dan seminar di Israel.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini