Share

Kompetisi Peluncuran Roket Komurindo 2011

Cuk Sahana, Okezone · Minggu 26 Juni 2011 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 26 373 472808 WLChZfIRup.jpg Image : Corbis.com

BANTUL - Setelah melewati tahap uji fungsional dan uji muatan, dipastikan 23 tim peserta Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2011 hari ini mengikuti uji peluncuran di Pantai Pandansimo Bantul, Yogyakarta.

Ketua panitia Kumorindo 2011 Agfianto Eko Putra mengatakan dari 23 tim yang lolos, 14 tim lolos uji fungsional pada sesi pertama, 9 tim lolos fungsional pada sesi retry.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

“Dengan hasil itu, maka 23 tim yang lolos tersebut  berhak ikut uji peluncuran,” papar Agfianto usai uji fungsional.

Dia memaparkan, muatan yang lolos uji fungsional tersebut akan segera diintegrasikan dengan roket. Uji fungsional tersebut menurut Agfianto diikuti oleh seluruh tim yang berjumlah 40 perwakilan PTN dan PTS di Indonesia yang lolos seleksi termasuk dua tim yang dikabarkan mengundurkan, yaitu Garuda Merah-Putih dari Universitas Negeri Jakarta dan Avionic Squad dari Universitas Suryadarma Jakarta. “Semua bisa ikut uji fungsional dan hanya datang terlambat saja,” imbuhnya.

Uji dimensi dan payload dan lomba uji fungsionalitas ini merupakan acara pembuka sebelum dilaksanakannya lomba peluncuran roket Minggu (26/6/2011) ini.

 

Agfianto mengatakan, kompetisi yang mengambil tema “Attitude Monitoring and Surveillance”, yakni kompetisi untuk mendapatkan juara hasil rancang bangun muatan roket (payload) yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan (homming), setelah terlepas dan terpisah dari roket peluncur seri RUM70-100-LPN. Roket ini berbahan bakar propelan padat dan dapat mencapai tinggi terbang 2 km.

Ketua Seksi Lomba Triyogatama  mengatakan persyaratan muatan roket yang dilombakan pada Komurindo 2011 adalah berbentuk silinder berisi rangkaian elektronik dan sistem akuator yang berfungsi sebagai perangkat telemetri untuk meteorology dengan menggunakan tiga macam sensor, yaitu temperature, tekanan dan kelembaban, pemandu arah terbang muatan menuju sasaran menggunakan kompas dan bersifat autonomous sekaligus bisa berkomunikasi dengan sistem kendali operator di ground segment, ukuran dimensinya, diameter 100 mm, tinggi 200 mm dan berat maksimal 1.000 gram.

Komurindo 2011 ini diselenggarakan oleh DP2M Ditjen DIKTI bekerja sama dengan UGM, LAPAN, Pemkab Bantul, dan AAU.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini