Share

Sidang PBB Tiruan Digelar Hari Ini!

Margaret Puspitarini, Okezone · Minggu 26 Juni 2011 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 26 373 472875 aQ9LAfuKJp.jpg Image : ist.

JAKARTA - Siapa bilang mau ikut Sidang PBB harus jadi anggota terlebih dahulu? Sejumlah pelajar SMA dan mahasiswa berkesempatan untuk merasakan simulasi sidang organisasi tingkat dunia tersebut.

Jakarta Model United Nations (JMUN) merupakan sebuah simulasi sidang PBB di mana para delegasi dari berbagai negara diperankan oleh sejumlah perwakilan dari pelajar SMA dan mahasiswa tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Kegiatan besutan Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ini berlangsung sejak Minggu 26 hingga 30 Juni mendatang.

Dengan mengusung tema Eliminating The Unfairness, kegiatan ini dapat menjadi media edukasi cara diplomasi yang baik dalam menyampaikan opini atau pendapat mengenai isu/permasalahan yang tengah terjadi di suatu negara tersebut.

"Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk belajar dari berbagai sudut pandang, persepsi berbeda terhadap isu global di negara tertentu," kata Ketua Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) UAI, Rengga, dalam sambutannya di Ruang Nusantara, Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Minggu (26/6/2011).

Menurut Rengga, selain memperluas wawasan, JMUN juga dapat menjadi ajang bagi para peserta untuk memperkaya teman yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan yang berbeda.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAI, Yahya Muhaimin yang turut hadir dalam upacara pembukaan JMUN 2011 berharap kepedulian para generasi muda terhadap permasalahan global terkait isu ketidakadilan ini dapat memunculkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Ternyata masih banyak generasi muda yang peduli akan permasalahan ketidakadilan di tingkat dunia. Semoga nantinya dapat meyakinkan para negara Super Power seperti Amerika Serikat dan China untuk menghentikan segala bentuk ketidakadilan yang terjadi di beberapa negara," kata mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) tersebut.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini