Share

UGM Sukses Luncurkan Dua Roket

Senin 27 Juni 2011 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 27 373 472981 S6GoXNJhXs.jpg Image: corbis.com

BANTUL – Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2011 di Pantai Pandansimo Bantul berlangsung meriah. Kali ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meluncurkan dua roket dalam dua tim yang diberi nama Gama-Sat 1 dan Gama-Sat 2.

Tim UGM harus berjuang bersaing dengan 19 tim lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim Gama-Sat 1 beranggotakan tiga mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin, yakni, Luis Rizki Ramlan, Fahmi Bashori, dan Hari Magfiroh. Sementara tim Gama-Sat 2 beranggotakan tiga mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro serta Jurusan Elektronika dan Instrumen. Masing masing Ufi Desi Fatmawati, Kristian Antonius, serta Ferdian Azmi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

”Kami lega, dua roket dapat meluncur,” kata Manajer Tim Gama-Sat 1 dan Gama-Sat 2, Fitri Rahmaningrum, selepas peluncuran roket kemarin.

Hanya, untuk Gama-Sat 2 tidak bisa melakukan separation (pemisahan) antara muatan roket (payload) dengan motornya. Tentu saja hal ini membuat tim khawatir akan kemampuan roket dalam merekam gambar dan data. ”Kami deg-degan. Apa bisa merekam atau tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk persiapan membuat payload pihaknya sudah melakukannya sejak akhir Januari lalu. Untuk muatan roket, tim UGM menghabiskan anggaran sekira Rp10 juta. Pada kesempatan yang sama, anggota Tim Flying Can dari Institut Teknologi Telkom Bandung Suharmin Bahri mengaku terkendala angin kencang untuk peluncuran roketnya. ”Kondisi ini menjadikan sulit homming (kembali),”ulasnya.

Untuk ini, pihaknya juga menyiapkan motor yang kuat demi melawan kencangnya angin di Pandansimo. Dari 38 tim yang uji kebolehan, 23 tim dinyatakan lolos dalam uji fungsional yang dilangsungkan 25 Juni lalu. Meski begitu, tim yang lain tidak bisa semuanya meluncurkan roket.

Dua tim terpaksa mundur karena radio frekuensi (rs) pada kedua roket terbakar saat proses integrasi. ”Dua tim yang mundur dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dan roket Universitas Negeri Jakarta (UNJ),” kata Ketua Panitia Komurindo 2011 Agfianto Eko Putro. (suharjono/sindo)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini