nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ungkap Siapa Otak Dibelakang Andi Nurpati

Bagus Santosa, Jurnalis · Minggu 10 Juli 2011 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 07 10 339 478139 O2bffBeL0h.jpg Adhie Massardi (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Kasus Pemalsuan Surat MK yang diduga melibatkan Andi Nurpati disinyalir merupakan jaringan mafia pemilu.

Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi menekankan, bahwa Panja Mafia Pemilu harus mengungkap siapa dalang yang berada di belakang Andi Nurpati.

"Andi Nurpati ini bagian dari mafia, ada yang menjadi otaknya dan mendanainya ada yang back up. tapi sampai saat ini belum ditangkap, mudah-mudahan panja bisa mengungkapkannya lebih jauh siapa yang berperan," katanya usai acara diskusi di Doekoen Coffee, Jakarta Selatan, Minggu (10/7/2011).

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurahman Wahid ini menilai bahwa sulit untuk mengungkap mafia pemilu. pasalnya terlalu banyak yang bermain dalam proses ini.

"Untuk kasus pilkada, itu cenderung tentunya dari partai-partai, namun untuk yang nasional tentu yang bermain partai penguasa," tuturnya.

Praktek Mafia Pemilu ini sendiri, lanjut Adhie, tentu sudah berkordinasi dengan sejumlah elemen. Lihat saja jika memang terjadi kecurangan, proses hukumnya tentu akan mandek.

"Pemenangan pilkada itu orang bisa bekerja sama dengan KPUD, Bawaslu daerah dan komunikasi amat baik dengan aparat hukum sehingga tak pernah selesai di pengadilan. Padahal kalau penegak hukum melakukan penyidikan lebih awal, insya Allah hasilnya akan lebih baik," tuturnya.

Oleh karena itu, perlu orang-orang yang punya integritas dan Komitmen yang terhadap demokrasi tinggi untuk menjadi anggota KPU atau KPUD. "jangan membiarkan proses demokrasi ini dikuasi mafioso," tegasnya.

Sebelumnya, Andi Nurpati terlibat dalam kasus pemalsuan surat MK atas penetapan Caleg terpilih  Dewie YAsin limpo. KAsus juga ini membawa nama mantan Hakim Konstitusi, Arsyad Sanusi.

Adie mengatakan bahwa, Mafia pemilu ini biasa dimainkan oleh partai besar. Contoh kasus pemilu kepala daerah (Pilkada), Adie mengatakan bahwa dalang dibalik Mafia Pilkada tentu berdasarkan partai besar lokal. Sedangkan untuk kasus Pilpres dan Pileg tentu yang bermain adalah partai besar yang berkuasa.(kyw)

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini