nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluar Bui, Eks Pemred Playboy Kembali Kelola Majalah

Rohmat, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2011 18:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 07 12 340 479057 tA3BiaUSfR.jpg Erwin Arnada (foto:Foxnews)

DENPASAR- Selepas dari bui mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Erwin Arnada mulai kembali ke habitatnya menulis dengan menjadi editor sebuah media. Dia juga tengah menyusun sebuah buku.

Erwin kembali mengelola Media yang bermarkas di Jalan Puri Gading Raya, Kompleks Puri Gading, Jimbaran, Bali. Media yang disebarkan secara gratis tersebut sudah terbit dalam tiga edisi dan telah beredar luas.  Media berbahasa Inggris yang menampilkan tulisan dan foto-foto sejumlah obyek wisata di Pulau Dewata itu, selain memuat panduan bagi para pelancong yang akan berlibur juga banyak menyoroti secara kristis kondisi kepariwisataan di Bali saat ini.

Selain menggarap media bulanan itu, Erwin juga tengah bersiap menyusun sebuah buku yang di antaranya berisi perjalanan batin dan kontemplasinya selama hidup di bui setelah sempat didakwa bersalah menyebarkan pornografi namun akhirnya bebas.

"Kami sengaja mengundang Mas Erwin untuk bertemu sharing pengalamannya selama di penjara dengan teman-teman di Bali," kata Ayip, penggagas acara obrolan bersama Erwin Arnada bertajuk MidNight di Negeri Nonsens di Denpasar, Selasa (12/7/2011).

Rencananya, diskusi tersebut akan dihelat pada Rabu 13 Juli 2011 di rumah seni Denis Art Veranda di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

Erwin diundang berdiskusi dengan para sahabatnya serta berbagai kalangan lainnya seperti budayawan, seniman, desainer akademisi dan mahasiswa. "Kami ingin tahu lebih jauh apa saja isi buku Erwin yang tengah ditulis," kata Ayip yang juga aktif di Bali Creative Community.

Dia menambahkan, kehadiran Erwin cukup penting untuk disimak tentang perjalannya dua tahun terakhir yang kerap mendapat tekanan dari pihak-pihak yang hendak memberangus kebebasan menulis dan berkreasi.

"Ini kesempatan bagi Erwin untuk menyampaikan apa yang menjadi pemikirannya selama ini. Yang saya dengar buku yang ditulis itu semacam kontemplasi pemikirannya sebagai seorang media yang kebetulan mendapat perlakukan seperti itu, " katanya.

Satu hal yang pasti kata Alip, bahwa meskipun dizalimi oleh mereka yang terus memerangi pemikirannya namun Erwin tidak menaruh dendam dengan mereka.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini