nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Densus 15, Pasukan Khusus Anti Tikus

Abdul Rouf, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2011 18:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 07 12 340 479071 AfBrwrCOer.jpg Tim Densus 15 (Foto:Abdul Rouf)

SIDOARJO- Tak mau kalah dengan Mabes Polri yang membentuk detasemen khusus 88 anti teror, petani di Sidoarjo pun membentuk tim densus. Tapi, Densus yang satu ini bukan untuk memburu teroris melainkan untuk memburu tikus.

Jauh hari sebelum Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mencanangkan gerakan penanggulangan hama padi, ternyata ada sekelompok orang yang menamakan Densus 15 Anti Tikus yang setiap malam berburu tikus di sawah. Tim beranggotakan 20 orang ini berharap bisa mengurangi populasi hama tikus yang meresahkan petani.

Munculnya ide Densus 15 Anti Tikus, bermula dari hobi Didik Fakhrudin 34, Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Tanggulangin yang kerap menembak tikus dengan senapan angin. Dari sinilah, kemudian dia tiap malam berburu tikus di areal sawah miliknya.

Didik mengakui awalnya banyak cibiran dari petani karena menganggap tidak mungkin bisa membasmi tikus hanya dengan ditembaki. Namun, dia tetap saja melakukan aktifitasnya untuk memburu tikus yang terus menggerogoti tanaman padi di sawahnya.

“Kegiatan berburu tikus itu sudah saya lakukan hampir setahun, karena sebelumnya tanaman padi saya sempat diserang hama tikus,” ujarnya sembari memamerkan tikus hasil buruan Densus 15 Anti Tikus saat pencanangan gerakan penanggulangan hama padi di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Selasa (12/7/2011).

Dia bercerita, agar berburu tikus bisa maksimal senapan angin yang digunakan kemudian dilengkapi dengan inframerah. Selain itu, setiap terjun ke sawah juga menggunakan lampu yang ditempelkan di kepala. Dengan menggunakan inframerah, jangkauan tembak bisa lebih dari 10 meter.

Dari sinilah kemudian, Didik menggalang petani untuk memerangi tikus dengan membentuk Densus 15 Anti Tikus. Densus 15 mempunyai arti detasemen khusus dan angka 15 merupakan simbol tikus. “Kita akhirnya membentuk Densus 15 yang kini sudah mempunyai sebanyak 25 senapan angin dengan amunisi kaliber 4,5 mm,” ujarnya.

Anggota Densus 15 saat ini bisa dikatakan masih terbatas karena berasal dari Desa Banjar Sari dan Desa Gelang, Kecamatan Tanggulangin, namun aktifitas densus pemburu tikus tersebut hampir tiap malam sudah terjun ke sawah. “Kalau semua anggota Densus 15 dikerahkan semalam bisa mendapat  sekitar 50 ekor tikus,” imbuh Mulyo Utomo, anggota Densus 15 asal Desa Gelang.

Mulyo menambahkan, untuk pengadaan senapan angin selain dari anggota sendiri yang secara sukarela membeli senapan, juga bantuan dari salah satu pengusaha di Desa Gelam.

Bukan hanya itu, untuk memperkenalkan Densus 15, mereka juga melengkapi dengan seragam lengan panjang berwarna biru hitam dan dibelakang bertuliskan Densus 15 Anti Tikus

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini