nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Katanya SBY Idolakan Obama, Kok Salahkan Media

Misbahol Munir, Jurnalis · Kamis 14 Juli 2011 18:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 07 14 339 479950 DwvcLr1ASs.jpg

JAKARTA- Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus menuai kritik. Pakar Komunikasi Tjipta Lesmana pun menyesalkan pernyataan SBY yang mengkritik media.

Menurut Tjipta, hal itu membuktikan tidak ada satu pun staf ahli Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ahli komunikasi politik.

“Pernyataan SBY saat di Cikeas Senin lalu secara jelas telah menyudutkan media. Bahkan dengan sangat jelas pernyataan SBY sangat menohok sekali telah menyalahkan media,” kata Tjipta saat diskusi Dialektika yang bertema "Demokrat Retak, Pers Disalahkan," di ruang gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/72011).

Meskipun kata Tjipta, staf ahli presiden sudah membantah bahwa presiden tidak menyalahkan media. Namun, secara terang benderang bahwa SBY tetap menyalahkan media dalam kasus yang melilit partai.

Padahal kata Tjipta, SBY adalah orang yang sangat mengidolakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Barack Obama adalah pemimpin yang sangat peduli dengan media seperti new media tersebut.

"SBY ini paling senang dengan Obama, saya tahu persis dia sangat senang dengan Obama, dia tokoh idolanya,” kata Tjipta.

Tapi, kata Tjipta, SBY lupa bahwa Obama suka new media (sosial media) seperti Facebook, Twitter dan YouTube.

Tanggal 6 Juli 2011 Obama mengadakan town hall metting, dia berkomunikasi langsung dengan ribuan orang new media. Obama bertemu Mark Zuckerberg menemui para Facebooker. Pada Januari 2011 lalu Obama bertemu dengan ribuan pengguna you tube. Mengapa Obama suka dengan new media? Menurut Obama, saat ini sudah masuk informasi yang sudah berbeda, di mana rakyat sudah dapat berita dengan mudah.

“Jika Anda ingin menjangkau publik banyak tidak mudah dengan menggunakan media tradisional," kata Tjipta dengan mengutip pernyataan Presiden Obama.

Menurut Tjipta, pernyataan SBY yang mempertanyakan sumber yang diberitakan media bahwa tidak kredibel tersebut tentu salah. "Boleh enggak salah satu media mendapat berita dari SMS Nazaruddin? Tentu boleh, keputusan memuat atau tidak, mempubliksikan pesan itu boleh, because name make a news. Yang penting wartawan jangan menjungkirbalikkan keterangan itu meskipun dari Blackberry Massenger (BBM)," kata Tjipta.

“Kebenaran jurnalistik tidak bisa dicampuradukan dengan kebenaran hukum,” pungkasnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini