nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demokrat: Panja Bukan Hakim untuk Vonis Andi Nurpati

Ferdinan, Jurnalis · Kamis 14 Juli 2011 18:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 07 14 339 479965 Ono0j0BGm0.jpg

JAKARTA- Partai Demokrat keberatan dengan pernyataan sejumlah anggota Panja Mafia Pemilu yang menyebut mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Andi Nurpati diduga terlibat pemalsuan surat jawaban Mahkamah Konstitusi (MK).

Fungsionaris Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menyebut kesimpulan Panja mengenai dugaan keterlibatan Andi yang juga Ketua Divisi Komunikasi Publik PD terlalu dini.

"Jangan cepat-cepat menuduh orang, karena belum tentu orang yang dituduh itu bersalah, belum tentu yang tidak dituduh itu benar," kata Sutan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Menurut Sutan, pengungkapan informasi di Panja merupakan kumpulan fakta politik yang belum tentu sejalan dengan proses penyidikan yang tengah dilakukan Bareskrim Mabes Polri.

"Panja inikan ranah politik lalu ditujukan kepada aparat itu fakta hukum. Nanti ada disana, fakta hukum dan politik berbeda. Panja itu tujuannya hanya mengarahkan supaya aparat bekerja cepat bukan menyatakan orang bersalah," kata Sutan.

Kendati begitu, Sutan menegaskan partainya tidak akan melindungi siapapun kadernya yang terlilit kasus pidana. "Demokrat tidak melindungi kadernya yang bermasalah. Silakan (Andi) dipanggil polisi," ujarnya.

Rencananya penyidik Bareskrim Polri akan memanggil Andi Nurpati dan bekas hakim konstitusi Arsyad Sanusi besok. Keduanya akan dimintai keterangan mengenai kasus pemalsuan surat MK sebagai saksi untuk tersangka Masyhuri Hasan, juru panggil MK.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini