nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arsyad Sanusi Mengaku Tak Tahu 6 Surat MK & KPU

Bagus Santosa, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2011 20:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 07 15 339 480466 WxenR9z9H9.jpg Arsyad Sanusi (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsyad Sanusi membantah mengetahui adanya surat jawaban palsu MK atas penetapan caleg terpilih dari dapil Sulawesi Selatan I.

"Ada 6 surat dari MK dan KPU yang sama sekali saya tidak pernah lihat, tak pernah diperlihatkan, tak pernah saya baca atau tak pernah saya tahu dan itu yang jadi pertanyaan buat saya," kata Arsyad usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/7/2011) malam.

Arsyad hari ini diperiksa sebagai saksi untuk kasus pemalsuan surat jawaban MK ke Komisi Pemilihan Umum. Dicecar 25 pertanyaan dari penyidik, dia keluar dari ruang pemeriksaan sekira pukul 19.23 WIB.

"Inti yang ditanyakan berkaitan dengan pertemuan saya dengan Masyhuri Hasan, Zainal Arifin dan Mahfud. Dia (penyidik) menanyakan juga bagaimana hubungan saya dengan Dewi Limpo dan lainnya. Saya sudah jelaskan semuanya," sambung Arsyad.

Kepada penyidik, Arsyad juga membantah mengetahui adanya enam surat MK dan KPU. "Ada enam surat dari MK dan KPU yang sama sekali saya tidak pernah lihat, tak pernah diperlihatkan, tak pernah saya baca atau tak pernah saya tahu dan itu yang jadi pertanyaan buat saya," lanjutnya.

Keenam surat itu antara lain, dua surat permohonan penjelasan dari KPU dan dua surat jawaban dari MK, surat tertanggal 14 ‎

Bahkan, Arsyad mengaku difitnah atas masalah ini. Selama dua tahun belakangan dia tak pernah diberitahukan perkara ini.

"Saya dapat satu fitnah dan kedzaliman dari MK, kenapa tak diperlihatkan ke saya tim pembentukan investigasi dan hasil investigasi internal. Waktu dikasih tahu panja saya baru tahu, itu yang saya kaget, itu usai umroh," jelasnya.

Arsyad juga membantah pernah bertemu dengan Masyhuri Hasan yang sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polri. Pertemuan hanya dilakukan sekali saat Hasan berkunjung ke apartemennya.

"Anak saya Rara-lah yang mengantar ke apartemen,  Masyhuri n menawarkan diri mengantarkan ke apartemen itu saja. Tapi Hasan bilang lima kali, itu omong kosong besar," ujar Arsyad menutup pembicaraan.

(fer)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini