Share

Bakteri E Coli Cemari Sungai Bawah Tanah Gunungkidul

Markus Yuwono, Trijaya · Senin 18 Juli 2011 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 17 340 480867 Oefo07SVLa.jpg (Foto: gettyimages)

GUNUNGKIDUL- Sebagian sungai bawah tanah di Gunungkidul, Yogyakarta diduga tercemar bakteri Escherichia Coli (E-Coli).

 

Koordinator Teknis Ekspedisi Geografi Indonesia, Peneliti Bakosurtanal, Sumaryono, mengatakan adanya pencemaran bakteri E Coli disumber air bawah tanah, namun perlu dilakukan penelitian kembali untuk memastikan tingkat pencemarannya.

 

“Kami menemukan pencemaran bakteri E Coli, namun diperlukan penelitiaan lebih lanjut agar tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat yang menggunakannya,” ujarnya.

 

Sementara dihubungi terpisah, aktivis Acintyacunyata Speleogical Club (ASC), Karst Bagus Yulianto mengatakan, pencemaran bakteri itu sudah ada sejak tahun 19800-an, hanya belum tersosialisasi.

 

“Bakteri itu bisa menyebabkan diare bagi pengkonsumsinya, namun bukan bakteri yang bisa membunuh secara ganas,” ujarnya ketika dihubungi, Minggu (17/6/2011).

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari sekitar 15 titik sungai bawah tanah yang terditeksi, baru satu yang terditeksi hulu sampai hilirnya yakni sistem Bribin yang saat ini baru dikerjakan untuk diangkat airnya. Hulu sungainya di Tambakromo, Ponjong dan bermuara di pantai Baron, yang berjarak 15-20 kilometer.

 

“Kemungkinan bakteri itu berasal dari atas, akibat kikisnya permukaan tanah,”imbuhnya.

 

Menurut Bagus, kikisnya permukaan tanah disebabkan salah satunya adanya aktifitas pertambangan. Tanah yang tergerus air dan bakteri menyebabkan tingkat bakteri tinggi.

 

Selain itu, pencemaran kotoran manusia dan kotoran hewan. Sanitasi dikawasan karst yang tidak terawat mempengaruhi meniongkatnya bakteri E Coli.

 

”Pencemaran dikawasan karst ini masih bisa ditolerasni, masyarakat sebenaranya sudah memahami dengan merebus air sampai mendidih, dan itu salah satu cara membunuh bakteri Ecoli.” tandasnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala dinas Kesehatan Gunungkidul, Sri Raharto mengku belum mengetahui informasi tercemarnya sungai bawah tanah tersebut. Pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap penemuan tersebut.

 

”Kami akan berkoordinasi denga PDAM untuk melakukan pengechekan,”ujarnya.

 

(opx)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini