nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Smart Chip, Solusi UEA Cegah Pemalsuan Ijazah

Riani Dwi Lestari, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2011 18:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 07 24 373 483656 4HqPFGYLnC.jpg Chip anti pemalsuan ijazah

JAKARTA - Kasus pemalsuan ijazah perguran tinggi ternyata tidak terjadi di Indonesia saja, kasus serupa juga marak di Uni Emirat Arab (UEA). Apa yang membedakan Indonesia dengan UEA tidak lebih dari keseriusan dan tindakan dalam menangani hal ini.

UEA mengadopsi teknologi smart chip yang diprogram untuk mencatat sebuah sertifikat atau ijazah yang telah diterbitkan. Lebih dari 30 universitas dan lembaga pendidikan bermitra dengan Technology Solution Company Amricon untuk mengimplementasikan  program Smart Document Attestation Solusi ini.

"Yakni sebuah program yang memungkinkan kita untuk memeriksa keabsahan sertifikat dalam waktu yang singkat dan didata secara otomatis oleh sistem khusus," tulis Gulf News seperti dikutip dari situs University World News, Minggu (24/7/2011).

Smart chip mengunakan Radio Frequency Identification (RFID) untuk menyimpan semua informasi ke dalam sebuah label yang telah disahkan dan hanya dapat dibaca oleh departemen pendidikan tinggi dan riset ilmiah.

RIFD ini dapat memverifikasi sertifikat menggunakan program Smart Documen Reader tanpa perlu klarifikasi dengan universitas yang menerbitkan ijasah tersebut.

Mengenai smart chip ini, Profesor Fisika di American Universty of Sharjah Nasser Hamdan mengatakan, smart chip diadopsi UEA lantaran penemuan sebuah organisasi di AS mengenai daftar sertifikat palsu yang dirilis Western University. “Di antaranya terdapat sejumlah universitas yang berasal dari negara teluk termasuk UEA,” kata Hamdan.

Menurut laporan yang diterbitkan Emirat 2011, lanjutnya, pasar gelap untuk gelar palsu yang berkembang di UEA, lantaran untuk mendapatkan pekerjaan dan tingginya gaji seseorang sering bergantung dari gelar seseorang.

Sejak itu, kata dia, pemerintah UEA telah menjadi sangat berhati-hati untuk mengesahkan sertifikat sebelum seseorang mendapatkan pekerjaan. Apalagi menurut laporan Accredibase pada Maret 2011, database universitas yang menerbitkan ijazah palsu meningkat hingga 48 persen.

Meski demikian, CEO Amricon Mousa Al Amiri mengatakan teknologi smart chip telah menghilangkan risiko pemalsuan sertifikat.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini