Share

Tarian Mahasiswa UI Guncang Houston

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 25 Juli 2011 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 25 373 483958 ywLLlSaKwx.jpg Foto : dok.pribadi

JAKARTA – Siapa sangka tari tradisional Indonesia, seperti Tari Jaipong, maupun Tari Piring dapat memukau masyarakat luar negeri? Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) membuktikannya sendiri dengan aksi mereka di depan warga Amerika Serikat (AS).  

Kehadiran para mahasiswa yang tergabung dalam Kencana Pradipa tersebut sebagai perayaan HUT ke-66 kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Houston.

 

Kelompok musik dan tari tradisional yang terdiri dari 30 mahasiswa Psikologi UI tersebut membawakan tarian tradisional Indonesia selama empat hari berturut-turut sejak 20-23 Juli di hadapan masyarakat Houston, Texas, AS.

 

Penampilan pertama mereka digelar di Wisma Indonesia pada 20 Juli dalam acara Bisnis Forum yang diselenggarakan KJRI Houston. Sejumlah pengusaha AS dan pemerintah kota Houston yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi penampilan para mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Tanah Air.

 

Selanjutnya, pada 21 Juli, Kencana Pradipa hadir di hadapan 200 masyarakat Indonesia di Houston. Dalam acara yang digelar di Auditorium KJRI tersebut, tampak jelas terlihat kerinduan masyarakat Indonesia akan kesenian tradisional budayanya. Demikian dikutip dari pernyataan tertulis yang diterima okezone, Senin (25/7/2011).

 

Melihat rasa antusiasme yang ditunjukkan penonton, selepas pertunjukan, Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur, secara spontan memandu acara interaktif antara penonton dan para pemain musik selama 30 menit.

 

Masyarakat Indonesia yang hadir merasa bangga kerena kebudayaan bangsa terus dilestarikan bahkan dipromosikan ke luar negeri oleh generasi muda. Pujian juga mengalir dari para tokoh pendidikan Indonesia yang telah lama menetap di AS.

 

Kemudian, Hotel Hyatt Regency menjadi tempat ketiga pertunjukan Kencana Pradipa pada 22 Juli. Kali ini, penampilan mereka dikhususkan bagi consular corps, pejabat pemerintah setempat, rekan kerja, dan Friends of Indonesia. Dalam acara tersebut, jumlah undangan yang hadir melebihi kapasitas yang disediakan, dari 125 tempat duduk menjadi 200.

 

Tanggapan positif juga dituai dalam acara ini yang ditunjukkan dengan standing ovation oleh penonton usai pertunjukan. Bahkan, meski pertunjukan telah usai, para penonton tidak beranjak melainkan berdialog dengan para penari dan pemain musik.

 

Sebagai penampilan terakhirnya, 23 Juli 2011, Kencana Pradipa tampil di hadapan 2.500 masyarakat Indonesia yang datang dari Houston, Dallas, Austin, dan San Antonio. Pada acara Bazaar dan Malam Gembira tersebut, mereka unjuk kebolehan dengan membawakan Tari Yuspan dari Papua, Tari Piring dan Tari Randai dari Sumatera Barat, Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara, Tari Jaipong dari Jawa Barat, Tari Giring-giring Bambu dari Kalimantan, dan Tari Belibis dari Bali.

 

Al Busyra Bansur dalam sambutannya kala itu mengatakan, kegiatan seni dan budaya Indonesia di AS akan mempererat persahabatan, meningkatkan pemahaman dan memperkuat struktur bilateral Indonesia dan AS yang telah terjalin baik.

 

“Pertunjukan seni budaya Indonesia ini telah membuat masyarakat Indonesia dan AS di Houston berkumpul satu sama lain selama satu hingga dua jam di suatu tempat sambil tersenyum senang dan bertepuk tangan panjang. Untuk sementara, mereka melupakan gender maupun usia. Yang jelas, di hadapan mereka waktu itu, Indonesialah yang menjadi fokus,” ujarnya menjelaskan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini