DEPOK - Cara pasangan pada umumnya untuk saling mengenal sebelum membina rumah tangga adalah dengan jalan pacaran. Dalam proses tersebut, seharusnya masing–masing pihak sudah saling mengenal karakter, sifat, dan pribadi masing–masing pasangan.
Hal itu diungkapkan Psikolog Universitas Indonesia (UI) Rose Mini atau yang akrab disapa dengan sebutan Mbak Romi. Menurutnya, pacaran tak hanya bisa saling mengenal karakter masing–masing, namun seharusnya juga mengenal keluarga setiap pasangan.
"Nah kalau yang terjadi dengan Nuraini yang tertipu oleh Rio yang ternyata perempuan alias Emi, itu kan berarti Nuraini tidak mengenal keluarga Rio, artinya tak ada satupun informasi mengenai keluargan, atau dikenalkan kepada siapa, yang bisa membongkar Rio sesungguhnya sebelum akad nikah digelar," katanya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (28/07/11).
Romi menambahkan kasus tersebut bukan disebabkan karena masalah faktor kemiskinan, tetapi akibat faktor pribadi Nuraini yang gampang dibodohi. Masa perkenalan dan pacaran, lanjutnya, memang tergantung dari intensitas pertemuan dan kedekatan setiap pasangan.
"Waktu ideal memang tidak dapat ditentukan, tetapi hal itu tergantung pada intensitas pertemuan, hubungan dengan teman–teman di lingkungannya, keluarganya, jadi memang sebelum menikah, kita harus mengenal lebih banyak siapa sebenarnya calon pendamping hidup kita," tandasnya.
Sebelumnya, pihak penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Carenang juga sudah curiga karena Emi tidak bisa menunjukkan dokumen penunjang pernikahan. Dia juga tidak didampingi keluarga yang lengkap.
Kecurigaan keluarga terbukti saat Emi dibawa ke sebuah ruangan untuk digeledah. Benar saja, setelah diperiksa tubuhnya, Rio alias Emi itu ternyata perempuan tulen.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.