KY Rekomendasikan Sanksi Ringan untuk Hakim Antasari

Kholil Rokhman, Koran SI · Rabu 10 Agustus 2011 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 10 339 490425 9bLvTKUuqJ.jpg Mantan Ketua KPK Antasari Azhar (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) telah memutuskan hakim perkara mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar di tingkat pertama melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku.

Ketiga hakim perkara Antasari yang memproses di tingkat pertama adalah Herry Swantoro, Ibnu Prasetyo, dan Nugroho Setiadji. Mereka adalah hakim yang memeriksa perkara Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, KY memutuskan pelanggaran yang dilakukan hakim perkara Antasari hanya pelanggaran ringan.

"Ya pelanggarannya ringan, kami merekomendasikannya (ke MA)bukan rekomendasi berat," kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh ketika dikonfirmasi wartawan di Kantor KY (10/8/2011). Imam memperkirakan, karena ringan, maka rekomendasinya kemungkinan hanya dinonpalukan.

"Jadi direkomendasikan yang bersangkutan (tiga hakim Antasari)non palu yakni tidak boleh menangani perkara, mungkin dalam waktu 6 bulan," ujarnya. Imam mangatakan, rekomendasi KY tersebut nantinya akan diserahkan ke MA.

Setelah diserahkan, MA nantinya akan membentuk Majelis Kehormatan Hakim (MKH). "Nanti MKH akan terdiri atas 4 komisioner KY dan 3 hakim agung. MKH itulah nanti yang memutuskan apa sanksi bagi hakim perkara Antasari, kita hanya merekomendasikannya," katanya.

Di sisi lain, Imam tidak bisa memberikan informasi secara detail pelanggaran apa yang telah dilakukan hakim perkara Antasari. "Yang pasti melakukan pelanggaran," ujarnya. Dia mengatakan, semua tentang pelanggaran yang detail akan diketahui di saat MKH. "Apalagi MKH kan bersifat terbuka," jelasnya.

Imam juga menjelaskan, perkara hakim Antasari hanya dikenakan bagi hakim di tingkat pertama. Adapun hakim di tingkat banding dan kasasi tidak akan diproses KY.

"Sebab, yang memeriksa perkara kan hakim di tingkat pertama. Sementara di tingkat banding dan kasasi kan hanya memeriksa penerapan hukumnya," ujarnya.

Diketahui, KY memproses dugaan pelanggaran profesionalisme hakim dalam perkara Antasari. Dugaan pelanggaran dilakukan karena para hakim dinilai mengabaikan bukti dan keterangan ahli yang menentukan dalam perkara Antasari. Dugaan KY tersebut diawali dengan laporan dari kuasa hukum Antasari lebih dari satu tahun yang lalu.

Dalam memproses dugaan pelanggaran hakim perkara Antasari tersebut, KY telah meminta keterangan beberapa pihak, termasuk tiga hakim yang menangani perkara Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Antasari sendiri telah divonis 18 tahun penjara oleh MA di tingkat kasasi dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain. Rencananya, saat ini pihak Antasari masih menyiapkan berkas untuk mengajukan peninjauan kembali ke MA.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini