nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Didesak Segera Periksa Wahidin Halim

Ahmad Dani, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2011 20:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 08 19 339 494088 okphmzleqg.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Pengusutan kasus dugaan korupsi lahan Bandara Soekarno-Hatta yang cuma menyentuh pejabat tingkat bawah, membuat kesal sejumlah kalangan. Itu juga yang dirasakan sejumlah warga yang tergabung Forum Aspirasi Warga Tangerang (FAWT) dan LSM Gerakan Masyarakat Bela Tangerang (Gerbang).

Siang tadi (19/8/2011), sekitar 20 anggota FAWT menggelar demo di dua tempat di Jakarta. Pertama  di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Satu lagi, di Kejaksaan Agung (Kejagung). Aksi ini dipimpin oleh tokoh masyarakat Neglasari, Kota Tangerang, H Sarmili dan Ketua LSM Gerbang Niwan Rosidin.  

Dalam aksinya, mereka mendesak KPK mengusut dugaan keterlibatan Walikota Tangerang Wahidin Halim dalam kasus dugaan korupsi sosialisasi dan pengadaan lahan Bandara Soekarno-Hatta yang dianggap merugikan negara senilai Rp2,537 Miliar. Dalam laporannya ke KPK, Jumat (19/8) dengan nomor aduan 2011-08-000320 terlampir, tuntutan desakan agar KPK memeriksa WH. Demikian seperti rilis kepada okezone.

Dalam orasinya, menurut Sarmili, pengungkapan perkara selama ini sebatas menjerat sejumlah pejabat di tingkat bawah atau pelaksana lapangan, bukan substansi pejabat yang tersangkut perkara.

"Selain tanggungjawab moral, ada surat dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi,red) yang mempertanyakan kasus tersebut," kata H Sarmili. "Kami tidak segan-segan akan turun ke Kejagung dan KPK untuk mengungkap tuntas kasus korupsi lahan Bandara Soekarno Hatta ini," sambung Sarmili.

FAWT juga mendesak kejaksaan dan KPK untuk memeriksa Walikota Tangerang Wahidin Halim seputar keterlibatannya dalam masalah tersebut. Menurut Niwan, Kejari Tangerang maupun Kejati Banten harus sesegera mungkin mengajukan surat kepada Kejaksaan Agung, Mensesneg dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar Kejari Tangerang diizinkan melakukan pemeriksaan terhadap pejabat bersangkutan.

Niwan berharap, pengembangan kasus tersebut pihak Kejari tidak pilih kasih dalam pemeriksaan terhadap para saksi maupun tersangka lainnya. Baik pejabat aktif maupun tidak aktif. Mereka semua akan dipanggil.

Seperti dikutip pemberitaan beberapa media cetak sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang sedang membidik calon tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Soekarno-Hatta yang diduga merugikan negara sebesar Rp2,537 miliar.

Diketahui sebelumnya,  jaksa penuntut umum Riyadi SH menuntut hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider empat bulan penjara terhadap sejumlah terdakwa. Mereka antara lain, Aula Ismat Wahidin (mantan pegawai Dinas Pertanian), Ahmad Dimyati (mantan Camat Benda), Nawawi (Lurah Benda), Rusmino dan Aryo Mulyanto (keduanya pegawai PT Angkasa Pura II), Hamka Haris (pegawai Badan Pertanahan Nasional Kota Tangerang), Muhammad Nape (Camat Neglasari), serta Ahmad Syafei (Lurah Selapajang).

Jaksa Riyadi menyatakan para terdakwa diduga telah mengubah harga tanah dari tanah sawah dan tanah rusak (bekas empang,red) menjadi tanah darat, yang harganya lebih tinggi. Kasus ini mengemuka pada pertengahan 2006 dan ditangani Polda Metro Jaya.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini