Share

Beasiswa Fast Track Bisa Raih S-3 Sebelum Umur 27

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 20 Agustus 2011 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 20 373 494180 jq79jljufA.jpg Ilustrasi : Corbis

JAKARTAMeraih program doktor sebelum usia 27 tahun, rasanya bukan hal yang mustahil lagi. Pasalnya, melalui program beasiswa fast track, mahasiswa bisa mempercepat program S-2 nya dan melanjutkan S-3 di Jerman.  

Sosialisasi program yang dilakukan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini disambut antusiasme mahasiswa. Hal ini terbukti dari jumlah mahasiswa yang memenuhi Ruang Sidang Lantai 1 Rektorat ITS guna mencari informasi sebanyak mungkin mengenai program tersebut.

 

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Dalam sosialisasi tersebut, hadir Pembantu Rektor I bidang akademik dan kemahasiswaan, Herman Sasongko, Koordinator prodi studi Pascasarjana Teknik Elektro, Adi Soeprijanto, dan Kepala Bidang (Kabid ) Game Technology Pascasarjana Teknik Elektro, Mochammad Hariadi sebagai pembicara.

 

Herman mengatakan, di Indonesia sangat sulit mendapatkan beasiswa S-2 sebab lebih banyak lulusan S-1 yang memilih terjun langsung ke dunia industri. “Padahal tidak ada salahnya menempuh pendidikan tinggi dulu. Baru nanti tinggal nunggu dilamar bekerja,” ujarnya. Demikian dilansir dari ITS online, Sabtu (20/8/2011).

 

Sementara, untuk program fast track sendiri, ungkap Adi, merupakan beasiswa untuk melanjutkan studi hingga program doktor di Jerman. “Penerima beasiswa ini akan mendapatkan dana penelitian yang cukup untuk riset S-1 di tahun terakhir serta dana SPP satu tahun untuk menempuh program magister di Indonesia,” katanya menjelaskan.

 

Nantinya, lanjut Adi, penerima beasiswa hanya akan menempuh program magister selama satu tahun untuk semester 3 dan 4. “Jadi, saat menempuh semester 7 dan 8 di program sarjana, sekaligus mengambil mata kuliah semester 1 dan 2 di program S-2,” tuturnya.

 

Setelah berhasil menyelesaikan program magisternya, penerima beasiswa fast track dapat mengajukan beasiswa untuk meneruskan S-3 di Jerman.

 

Adi mengungapkan, pengajuan beasiswa ini sama halnya dengan beasiswa lain, yakni mengumpulkan berkas sesuai dengan persyaratan. “Syarat terpenting adalah mahasiswa tersebut harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas tiga dan tengah menempuh semester enam,” katanya menerangkan.

 

Setelah pengumpulan dan pengiriman berkas, calon penerima beasiswa akan menempuh seleksi wawancara. “ITS menyediakan 100 beasiswa bagi mahasiswa. Jadi, bagi mahasiswa ITS angkatan 2008 yang memenuhi persyaratan, ayo segera mendaftar,” kata Adi mengimbuhkan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini