Beberapa Warga Gaza Inginkan Balas Dendam

Aulia Akbar, Okezone · Rabu 31 Agustus 2011 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 28 412 497289 V9dW5RcbzO.jpg Foto : Warga Gaza (Rfi)

GAZA – Perhatian seorang warga Palestina tertuju pada pembicaraan mengenai rekonsiliasi antara fraksi Hamas dan Fatah di Gaza. Dirinya masih berang, menyalahkan kelompok Hamas atas kematian putranya.

"Bahkan Malaikat Jibril pun tidak akan dapat membujuk saya untuk melakukan rekonsiliasi karena putra saya terbunu," ujar Musa Abu Jarrad, seperti dikutip AFP, Rabu, (31/8/2011).

Abu Jarad kehilangan putranya Bahaa yang pada 2007 lalu dalam pertempuran antar fraksi setelah Hamas memangkan pemilihan umum. Musa pun berang dan menginginkan balas dendam, meski fraksi Hamas dan Fatah tengah berupaya untuk melakukan rekonsiliasi.

Musa kembali menegaskan setiap proses rekonsiliasi akan dinodai oleh pertumpahan darah dan tidak akan tercapai hingga dirinya membalas dendam atas kematian putranya.

Pergelutan Hamas dan Fatah dalam ranah politik Palestina sudah terjadi sejak dahulu, namun pergelutan itu berubah menjadi pertumpahan darah pada 2007 lalu. Komisi HAM di Palestina menyatakan, sekira 346 warga tewas akibat pertempuran antar fraksi di Gaza.

Saat ini, sanak saudara Musa pun tetap bersikeras untuk melakukan pembalasan dendam. Mereka menyatakan, hukuman adalah suatu hal yang sangat penting karena terbunuhnya Bahaa sudah membuat istrinya menjadi janda dan putranya menjadi yatim.

Selain bergelut antar fraksi, Palestina juga tengah bergelut dengan Israel dalam meraih kemerdekaannya. Amerika Serikat (AS) sudah memperingatkan Israel dan bahkan Palestina agar mereka tidak berseteru karena akan semakin mempersulit proses perdamaian. DaGlam meraih kemenangannya, tentu Palestina membutuhkan pondasi yang kuat dan juga masyarakat yang bersatu.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini