nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

162.525 Unit Rumah Telah Dibangun Pascagempa Sumatera Barat

Awaludin, Jurnalis · Jum'at 02 September 2011 10:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 09 02 229 498183 cLfDSSACRu.jpg Ilustrasi

JAKARTA- Dampak gempabumi 30 September 2009 telah meninggalkan penderitaan yang luar biasa bagi masyarakat Sumatera Barat. Kerusakan yang terjadi akibat gempa ini tersebar di 13 dari 19 kabupaten/kota dan memakan korban jiwa meninggal lebih dari 1.100 orang.

Jumlah kerusakan rumah masyarakat sebanyak 249.833 rumah, dengan kondisi 114.797 rumah rusak berat, 67.198 rumah rusak sedang dan 67.838 rumah rusak ringan. Total kerusakan dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 21,6 trilyun. Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai rencana aksi selama dua tahun memerlukan dana sekitar Rp 6,4 trilyun.

BNPB telah memberikan dana kepada Pemda Provinsi Sumatera Barat sejak 2009 hingga sekarang mencapai Rp 2,6 trilyun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa. Pada tahun 2009 sebesar Rp 313 miliar. Tahun 2010 sebesar Rp 2 trilyun. Tahun 2011 untuk tahap pertama Rp 300 miliar.

Saat ini sedang disiapkan Rp 400 miliar lebih yang berasal dari bantuan luar negeri untuk diserahkan kepada Pemda Sumatera Barat. Nilai total bantuan dari masyarakat, LSM dan dunia usaha masih perhitungan. Kekurangannya diharapkan diselesaikan melalui APBN-P 2011. Dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan di lima sektor, yaitu perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi produktif dan lintas sektor.

Di sektor perumahan, BNPB telah memberikan bantuan langsung perumahan sebagai stimulus kepada masyarakat sebanyak 162.525 unit rumah dari total kebutuhan 181.995 unit rumah. Sudah 90% pembangunan permumahan diselesaikan.

Untuk rumah rusak berat 102.692 unit dari kebutuhan 114.797 unit. Sedangkan untuk rumah rusak sedang 59.833 unit dari kebutuhan 67.198 unit. Pembangunan tersebut dilakukan di 10 kabupaten/kota yaitu: Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kab. Padang Pariaman, Kab. Agam, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Solok, Kab. Pasaman Barat, Kab. Pasaman, dan Kab. Tanah Datar.

Rilis dikirim oleh - DR. Sutopo Purwo Nugroho - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini