nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlu Rp2,93 triliun untuk Wasior, Mentawai dan Merapi

Awaludin, Jurnalis · Jum'at 02 September 2011 10:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 09 02 229 498184 OsopjadbBo.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Tiga bencana besar yang terjadi hampir bersamaan pada Oktober 2010 lalu, masih menyisakan masalah yang berat. Banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai dan erupsi Merapi menyebabkan dampak yang besar.

 

Total kerusakan dan kerugian akibat tiga bencana mencapai Rp4,2 triliun. Kerusakan dan kerugian banjir bandang di Wasior Rp280,6 miliar. Tsunami di Mentawai mencapai Rp348,9 miliar. Sedangkan, dampak di Merapi mencapai Rp3,56 triliun. Ini di luar dampak lahar dingin Merapi.

 

Kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi ketiga daerah tersebut ternyata memerlukan dana yang besar. Dengan ideologi membangun kembali yang lebih baik (back build better) maka perencanaan pembangunan harus dilakukan dengan lebih memperhatikan ancaman bencana. Agar pembangunan kembali tidak sia-sia hancur terkena bencana kembali. 

 

Total kebutuhan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana di tiga tempat, termasuk di dalamnya percepatan pembangunan di Mentawai mencapai Rp2,93 triliun.

 

BNPB telah menyusun rencana aksi nasional rehabilitasi dan rekonstruksi pada ketiga bencana tersebut. Program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut mencakup lima sektor yaitu permukiman, infrastruktur, social, ekonomi dan lintas sektor. Pelaksanaannya akan dilakukan selama tiga tahun yaitu 2011-2013. Pada tahun pertama sektor permukiman akan menjadi prioritas pelaksanaan karena sebagian besar kerusakan dan kerugian akibat bencana terdapat pada sektor permukiman.

 

BNPB juga telah merencanakan pemenuhan anggaran tersebut melalui dana cadangan penanggulangan bencana. Tiap tahun pemerintah menganggarkan sekitar Rp4 triliun untuk penanganan semua bencana yang terjadi di Indonesia. Tentu saja upaya ini perlu terus didukung oleh DPR dan kementerian/lembaga lain termasuk pemerintah daerah.

 

Rilis dikirim oleh : DR. Sutopo Purwo Nugroho - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

 

 

 

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini