Share

Ini Jawaban Eks Kapolda Nugroho Soal Bocoran WikiLeaks

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Sabtu 10 September 2011 02:54 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 10 339 500980 rqgwNvop2U.jpg

JAKARTA - WikiLeaks membocorkan dokumen rahasia Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia mengenai kedekatan petinggi polisi dengan Front Pembela Islam (FPI).  Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Nugroho Djayusman yang ikut disebut, mengatakan wajar kedekatan dengan ormas FPI dengan kepolisian.

"Didalam berita di internet saya ada kedekatan dengan ormas islam FPI, ormas islam saya menjadi Kapolda Metro Jaya, dan hal yang wajar Kapolda mengenal masyarakat, kalaupun ada yang mengatakan tidak wajar berarti tidak mengerti tugas pokok kepolisian," Kata Nugroho saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Jumat (9/9/2011).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ia menambahkan bahwa tidak hanya dekat dengan FPI, namun juga dengan semua ormas dan warga di Jakarta.

"Saya dalam pembinaan masyarakat itu mempunyai tanggung jawab, saya perlu kedekatan masyarakataaa termasuk FPI. Itu yang harus diketahui orang-orang yang tidak mengerti di kepolisian. Istilah saya Polisi harus ada di mana-mana, tapi tidak kemana mana," imbuhnya.

Nugroho juga membantah mengenai informasi dari WikiLeaks, yang mengatakan Sutanto (Mantan Kapolri) yang saat ini menjabat sebagai kepala BIN pernah membiayai aksi demonstrasi FPI saat polemij kartun gambar Nabi Muhammad mencuat tahun 2006

"Saya tahu benar Pak Sutanto, waktu saya menjabat Kapolda ada garis kebijakan, Pak Sutanto sebagai wakil saya. Waktu itu saya tugaskan untuk hal-hal yang bersifat internal atau menyangkut internal. Bukan eksternal, dan saya yakin tahu betul pada waktu menjabat di sebagai Kapolda tahun 1998 sampai 2000, Pak Sutanto tidak punya hubungan dengan FPI," paparnya.

(fer)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini