Share

UGM Urutan 21 se-Asia Bidang Life Sciences & Medicine

Margaret Puspitarini, Okezone · Minggu 18 September 2011 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 18 373 503948 HwXCcOu9po.jpg Foto : FK UGM/Ist.

JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Yogyakarta berada pada urutan 21 se-Asia dalam pemerinfkatan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rangkings 2011 bidang Life Sciences and Medicine.

Menurut Dekan FK UGM, Ali Ghufron Mukti, peringkat tersebut diraih oleh beberapa faktor, yakni jumlah penelitian atau publikasi ilmiah, kerja sama dengan luar negeri, jumlah mahasiswa internasional, inovasi, dan manajemen berbasis balance score card.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Dengan sistem manajemen balance score card, kami bisa melakukan pemantauan kinerja institusi (unit) maupun individu," ujar Ghufron seperti dikutip dari situs UGM, Minggu (18/9/2011).

Sistem ini, ujarnya, dapat memantau kinerja institusi maupun individu dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Jadi, lanjutnya, kemajuan institusi tidak lagi hanya dilihat berdasarkan untung-rugi saja maupun sisi finansial semata.

Kasus sederhana terhadap manfaat penggunaan sistem balance score card tersebut, yakni ketika seorang dosen berhalangan hadir sehingga tidak dapat mengajar. Melalui sistem ini, dengan cepat dapat diketahui dosen penggantinya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Usaha, dan Kesejahteraan FK UGM, Suhardjo menambahkan, terobosan juga dilakukan dalam bidang kemahasiswaan, yakni dengan pertukaran dan konferensi internasional yang diikuti mahasiswa UGM serta pengembangan program kelas internasional.

"Tahun ini, ada 44 orang yang mengikuti pertukaran mahasiswa selama satu bulan, khususnya di Eropa. Sementara yang mengikuti konferensi internasional dengan menyiapkan makalahnya berjumlah sekira 23 mahasiswa," kata Suhardjo.

Khusus program internasional, setiap tahun, kuotanya selalu dikurangi dan dialokasikan bagi mahasiswa dalam negeri meskipun mahasiswa asing yang berminat terbilang cukup tinggi. "Ada dari Vietnam, Myanmar, Jerman, dan Malaysia. Kuota tahun ini sekira 112 orang," tuturnya.

Walaupun mengalami peningkatan peringkat, Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya, Muhammad Mansyur Romi mengemukakan, FK UGM tidak akan meninggalkan aspek sosial. Misalnya, pemberian beasiswa dan penerjunan calon dokter di daerah terpencil.

Selain UGM, sejumlah universitas terkemuka di Indonesia juga masuk dalam pemeringkatan tersebut, yaitu Universitas Indonesia (UI) di urutan 25, Universitas Airlangga (Unair) di peringkat 45, Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi 46, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di posisi 66, Universitas Brawijaya (UB) Malang di peringkat 71, serta Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berada di urutan 84.

Pemeringkatan ini dibuat berdasarkan sejumlah kriteria penilaian, seperti kualitas akademik, kesiapan lulusan masuk dunia kerja, hasil penelitian yang dikutip per dosen, rasio mahasiswa terhadap jumlah pengajarm jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen asing di universitas tersebut.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini