Share

Rektor Unpad: Kerja Utama Saya, Naskah & Sutradara

Iman Herdiana, Okezone · Kamis 22 September 2011 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 22 373 505951 v8kT7uLy2c.jpg Foto : Rektor Unpad, Ganjar Kurnia/Ist.

BANDUNG - Rektor Universitas Padjdjaran (Unpad) Ganjar Kurnia punya profesi baru. Profesi itu di luar kegiatan akademik, yang biasa dilakoni sehari-hari. Kini Pak Ganjar, biasa dia disebut oleh mahasiswa dan koleganya, juga bekerja sebagai sutradara.

Namun, profesi barunya hanya bersifat temporeri. Pak Ganjar menyajikan karya seni berupa teater musikal berjudul Oratorium Nyuuh. Pagelaran teater musikal bertema Pidang Seni Budaya Rumawat Padjdjaran Nyuuh dihelat di Aula Unpad, Jalan Dipatiukur, Bandung Kamis (22/9/2011).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dalam pagelaran itu, Ganjar bertanggung jawab sebagai penulis naskah sekaligus sutradara. Pementasan lakon Oratorium Nyuuh yang dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa itu bercerita tentang seorang gadis desa yang datang ke kota.

Sebelum berangkat ke kota, si gadis tersebut adalah perawan lugu yang berbusana tertutup. Namun, sejak menginjak kota, sifat sang gadis berubah 180 derajat. Dia berbusana minim dan keluar dari norma-norma desa.

Lakon berdurasi sekira 30 menit itu diiringi tembang Sunda dan religius dengan aransemen Tim Kesenian Unpad. Pemain lakon terdiri dari Novia Herni, Tedi Sudiarto, Ani Sukmawati, Gita Tresna, Titin Nurhayati, Arianti Dian, Dinia Ridanti, Nadia Puspa, Vani Lerian, Shely Linggawati, Nita Lestari, dan Wahyi Sobari.

"Ide naskah berdasarkan realitas saat ini, terinspirasi dari seorang anak yang berperilaku yang enggak-enggak. Saya bayangkan bagaimana respon orangtuanya melihat perilaku anak itu," tutur Ganjar, usai pertunjukan, Kamis (22/9/2011).

Ganjar berharap, anak muda sekarang bisa berkaca lewat lakon Nyuuh. Bahwa salah pergaulan bisa mengubah watak seseorang jadi jahat dan mencoreng nama keluarga. Meski begitu, selama hidup pintu tobat masih terbuka.

Naskah Nyuuh yang disajikan secara oratorium (pentas diiringi narasi) telah ditulis Ganjar pada 2001. Karya ini adalah yang ketujuh bagi Ganjar. Sebelumnya, dia juga menulis beberapa karya, di antaranya lakon Pingpong, kumpulan syair Syair Jeung Siar, dan sebagainya.

"Ini sampingan. Kerja saya kan rektor," kata Ganjar. Tetapi dia meralat ucapannya. "Utamanya, menulis naskah dan sutradara, yang kedua baru rektor," kelakar rektor yang dikenal dekat dengan seniman Sunda ini.

Rencananya, lakon Oratorium Nyuuh akan digelar kembali Jumat 23 September 2011 pukul 16:00-17:00 di Aula Unpad.

Pengamat teater dari kelompok Teater Sunda Kiwari, Dodi Eka Pratama menilai, naskah dan lakon karya Ganjar Kurnia merupakan bentuk kritik terhadap kehidupan sosial saat ini. Menurutnya, pementasan cukup mengena karena ditonton guru, murid, dan mahasiswa. Durasi lakon juga tidak lama untuk menghilangkan kejenuhan penonton.

"Saat ini kan tata krama dan moralitas murid ke guru beda dengan dulu. Dulu hormat sekali," kata Dodi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini