TANGERANG- Sebanyak 610 ekor kura-kura moncong babi atau Carettochelys Insculpta, senilai milyaran rupiah dari Hongkong, dikembalikan ke habitatnya, di Papua.
Pengembalian kura-kura langka itu, atas kerjasama Kementerian Kehutanan dengan Pemerintah Hongkong yang didukung oleh Kadori Farm, Hongkong dan Yayasan IAR, Indonesia.
"Repatriasi dilakukan setelah pemerintah Hongkong menangkap satwa langka ini pada Januari 2011," ujar Kasubid Konservasi Perlindungan Hutan dan Alam Kementerian Perhutanan, Nunu Anugrah, kepada wartawan, Rabu (5/10/2011).
Repatriasi kura-kura moncong Babi ini telah menyelamatkan keanekaragaman hayati yang merupakan kekayaan negara dengan perkiraan nilai ekonomi mencapai USD 1.120 ribu atau setara dengan Rp 10.08 Milyar.
"Harga per ekor kura-kura moncong Babi ukuran 15 cm, di pasar Internasional mencapai USD 15-20. Sedang ukuran 35 cm, bisa mencapai USD 550. Sedang yang dewasa, bisa mencapai USD 1500-2000," terangnya.
Kura-kura moncong Babi atau yang biasa dikenal dengan labi-labi moncong Babi merupakan jenis reptil yang hidup di air tawar. Penyebaran hewan ini, hanya di tiga negara, yakni Papua bagian Selatan, Papua New Gueni bagian Selatan dan Australia bagian Utara.
"Kura-kura moncong Babi banyak tersebar di Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, Bovendigoel, Mimika, Dogiyai, dan Kaimana," tambahnya.
Status konservasi satwa ini, dilindungi PP No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, dan 'vulnerable' berdasarkan red data book IUCN yang berarti jenis hewan yang terancam kepunahan.
"Hewan ini, biasa dipasarkan sebagai hewan peliaraan dan biasa digunakan untuk dikonsumsi dagingnya, karena dagingnya dipercaya mengandung gizi tinggi dan berkhasiat untuk obat, bahan baku industri serta komestik," ungkapnya.
(Taufik Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.