Share

3 Mahasiswa UB Ikut Simulasi Sidang PBB di Austria

Margaret Puspitarini, Okezone · Kamis 06 Oktober 2011 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2011 10 06 373 511880 lVMtyDGEv7.jpg Foto : 3 Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang mengikuti VIMUN di Vienna/UB

JAKARTA - Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mengikuti simulasi sidang PBB di Vienna, Austria beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Elis Siti Toyibah mahasiswa Agribisnis angkatan 2009, Muhammad Nanda Putra jurusan Agroekoteknologi angkatan 2009, dan Kurniawan Eko Saputro mahasiswa jurusan Teknologi Pertanian angkatan 2008.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Putra-putri Malang tersebut berlaga dalam Vienna International Model United Nations (VIMUN) bersama ratusan delegasi dari seluruh dunia. Kali ini, tema yang diusung adalah Relevansi Rekayasa Genetika (Genetic Engineering) sebagai Salah Satu Solusi Paling Baik Mengatasi Kelaparan yang Tengah Melanda Beberapa Negara di Dunia.

Atmosfer suasana kegiatan besutan United Nations Youth and Student Association of Austria - Academic Forum of Foreign Affairs (UNYSA Austria - AFA) tersebut dibuat  semirip mungkin dengan sidang PBB asli. Hal ini membuat para delegasi yang hadir merasa berada di Sidang PBB sungguhan.

Selama simulasi sidang ini berlangsung, ketiga utusan dari UB tersebut aktif terlibat dalam proses negosiasi dan pembuatan draf resolusi bersama delegasi lainnya. Elis menerangkan, draf resolusi merupakan hasil perumusan kebijakan atau solusi dari beberapa negara yang harus melalui perdebatan panjang.

"Setelah draf tersebut disetujui dan ditandatangani, maka akan dibacakan dalam general assembly dan dibawa ke forum PBB sesungguhnya," ujar Elis seperti dilansir dari situs UB, Kamis (6/10/2011).

Dalam kegiatan ini, setiap delegasi tidak dapat menjadi perwakilan dari negara asalnya. Maka, Elis pun terpilih menjadi perwakilan Jepang, Nanda untuk Sri Lanka, dan Kurniawan untuk Jerman.

"Pembagian ini, memungkinkan setiap delegasi untuk lebih mengenal detail masalah negara lain. Serta meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan yang menimpa orang lain meski berasal dari negara yang berbeda," katanya menjelaskan.

Selain mengikuti VIMUN 2011, ketiga delegasi berkesempatan menghadiri acara sambutan makan malam di salah satu tempat yang menjadi sentra anggur dan makanan tradisional khas Austria.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini