Share

Suara Sumbang Profesor Harvard soal Steve Jobs

Hanna Meinita, Okezone · Selasa 11 Oktober 2011 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2011 10 10 373 513385 S4kcKBToyT.jpg Foto : Pursuitist

MASSACHUSETTS – Salah satu profesor asal Universitas Harvard, James H Waldo menilai, Steve Jobs tidak layak dinilai sebagai seorang inovator yang jenius.

 

Menurut profesor ilmu komputer ini, pendiri Apple tersebut tidak melakukan banyak invonasi. Produk hasil kreativitas Jobs, mulai dari Macintosh, iPod hingga iPhone, dinilai hanya perluasan dari konsep yang sudah ada.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurut Waldo, Jobs hanya merevolusi teknologi menjadi lebih indah dan membuat konsumen percaya untuk membayar keindahan itu.

“Dia memiliki rasa yang mendalam atas desain. (Dia) mengambil hal-hal yang telah dilakukan orang lain dan membuatnya jauh lebih elegan dan jika disadari, lebih indah. Orang-orang berbicara hal itu sebagai inovasi, tapi itu adalah rasa dari seni dan keahlian,” jelas Waldo.

Profesor lainnya juga sepakat bahwa memanggil Jobs sebagai visioner “seni”, tidaklah berlebihan. “Dia adalah orang pertama, menurut pendapat saya, yang memasukkan desain dan estetika dalam pemikiran teknologi,” ujar Dosen Visual dan Studi Lingkungan, Allen Sayegh seperti dikutip dari The Crimson, Selasa (11/10/2011).

Sementara, menurut profesor ilmu komputer lainnya, Eddie Kohler, konsumerisme teknologi komputer merupakan warisan terbesar Jobs. Namun, menurut Direktur Harvard Initiative, Alyssa A Goodman, kecepatan Jobs dalam meng-update teknologi menimbulkan kekhawatiran mengenai usia dari informasi komputer. Dan tentunya, membawa konsekuensi keharusan menciptakan cara baru untuk melestarikan informasi.

“Saya tidak ingin menyalahkannya karena ketidakpedulian tentang itu, tapi perkembangan inovasi yang sangat cepat, sama seperti politik. Tidak ada seorang pun yang berpikir mengenai jangka panjang. Adalah tidak populer untuk berbicara mengenai jangka panjang di Silicon Valley (daerah yang memiliki banyak perusahaan yang bergerak di bidang komputer). Pengaruhnya adalah untuk menciptakan lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Jobs meninggal dunia di usia 56 tahun. Dia meninggal pada Selasa 4 Oktober pekan lalu, waktu Amerika Serikat. Jobs meninggal setelah kalah melawan penyakit kanker yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini