Share

Institut Teknologi Akan Ditambah di Kalimantan & Sumatera

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 11 Oktober 2011 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2011 10 11 373 513939 lUEgpzPVfg.jpg Foto : M Nuh/Kemendiknas

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menambah dua institut teknologi baru agar perkembangan teknologi Indonesia makin meningkat.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, lokasi pastinya berada di Kalimantan dan Sumatera. Mengapa di kedua pulau tersebut? Mendiknas menjawab, karena keduanya merupakan pulau yang besar dan juga menyimpan sumber daya manusia yang potensial untuk digarap.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Selain itu, jika membangun dua institut teknologi di kedua pulau itu maka calon mahasiswa dari keduanya pun dapat diserap sendiri tanpa menyebrang ke Pulau Jawa. Di mana di Pulau Jawa sudah ada dua institut besar, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). “Sudah ada rancangannya. Di kabupaten mana masih kami bahas,” katanya di Gedung Kemendiknas.

Mendiknas menyatakan, proses pembahasan masih dibicarakan secara teknis pada tahun ini. Direncanakan pada 2014 nanti kedua institut teknologi tersebut sudah dapat menerima mahasiswa baru. Mendiknas menjelaskan, intitut yang akan dibangun bukan merupakan pengembangan dari kampus yang sudah ada melainkan pembangunan kampus baru dengan kualitas yang melebihi dari institute teknologi yang sudah ada.

Mendiknas usai membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2011 kemarin menyatakan, penelitian harus dibangun mulai dari pola pikir sampai dengan budaya yang melekat di dalam dunia pendidikan. Tanpa itu, menurutnya, penelitian seperti hit and run dan jangan berharap penelitian bisa menghasilkan satu produk yang bisa membawa manfaat yang nyata.

OPSI digelar pada 10-14 Oktober 2011. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari lomba penelitian ilmiah remaja yang pernah digelar beberapa tahun lalu. Desain OPSI tahun ini mengacu pada dua pola internasional, yaitu dalam bentuk pameran dan presentasi. Prosesnya diawali dengan pengiriman naskah oleh para peserta yang sudah dibagi per bidang penelitian IPS dan Humaniora, Sains Dasar, dan Sains Terapan.

Mendiknas menambahkan, khusus untuk rencana membangun sekolah khusus pemenang olimpiade pihaknya akan membangun pada 2012. Anggaran pembangunanya sendiri sudah diusulkan di APBN 2012 akan tetapi belum ada keputusan jelas dari DPR megenai berapa realisasi anggaran yang disetujui. “Esensi dari penelitian ialah budaya meneliti yang tidak boleh terhenti. Penelitian di sekolah bisa diteruskan ke adik kelas atau dilanjutkan di perguruan tinggi,” imbuhnya.

Direktur Pembinaan SMA Totok Suprayitno menerangkan, OPSI diadakan untuk menyeleksi siswa yang berbakat dalam penelitian dan juga untuk mengembangkan budaya akan meneliti di kalangan siswa SMA. “Intinya kita ingin menyebarkan virus-virus penelitian ini kepada anak-anak," ungkapnya.

Adapun kategori bidang penelitian yang dilombakan dalam OPSI adalah Sains Dasar yang meliputi Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Kedua adalah Sains Terapan, yaitu Informatika, Pertanian, Kesehatan, Bioteknologi Pangan, dan Lingkungan Hidup. Serta yang ketiga adalah IPS/Humaniora, seperti Bahasa dan Sastra Indonesia, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi, Arkeologi, dan Psikologi Pendidikan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini