Image

3 Bunga Bangkai Tumbuh di Halaman "Rumah Hantu"

Markus Yuwono, Jurnalis · Kamis 27 Oktober 2011, 22:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 10 27 340 521394 67Y1Mld8te.jpg Bunga bangkai yang tumbuh di pekarangan rumah angker (Foto: Markus/Sindo Radio)

GUNUNGKIDUL - Sebuah rumah kosong yang terkenal angker di Desa Baleharjo Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, mendadak dikepung bunga bangkai. Peristiwa ini sempat membuat geger warga karena baunya yang cukup menyengat.

Sedikitnya ada tiga bunga bangkai yang tumbuh di sekitar “rumah hantu” itu. Satu di antaranya bahkan ada yang berukuran cukup besar. Sementara itu delapan tunas juga terlihat tumbuh di lahan tersebut.

Menurut Yusuf Aditya (20), warga setempat, bunga tersebut ditemukan beberapa warga, saat mereka bekerja bakti, pada Rabu (26/10/2011) kemarin. Bau yang dihasilkan bunga tersebut juga aneh, dan beraroma tidak sedap.

"Saat itu warga tengah membersihkan pekarangan rumah kosong dan mencium bau tidak sedap seperti bangkai," katanya kepada wartawan, Kamis (27/10/2011).

Kemudian, lanjut Adit, warga mencari sumber bau dan diketahui bersumber dari pekarangan rumah yang dikenal kerap muncul penampakan hantu. Untuk menjangkau lokasi tumbuhnya bunga bangkai tersebut, juga sangat susah, pasalnya selain di beri pagar bambu setinggi 5 meter, pekarangan sudah ditumbuhi ilalang dan semak berduri.

Warga kemudian berinisiatif membongkar pagar dan mendapati keberadaan bunga bangkai ini. Meski harus menutup hidung, namun warga tetap ramai menyaksikan tiga bunga bangkai dewasa dan delapan tunas itu.

"Tidak ada yang berani mendekati rumah itu jika hanya seorang diri, karena warga disini sering diganggu," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Retno Peni Sancayaningsih mengatakan, lahan tropis memang biasa ditumbuhi oleh bunga semacam ini.

Dari ciri-ciri yang diutarakan, dia mengaku masih harus melakukan kajian lebih dalam. "Kita belum bisa mengklaim bunga tersebut, sebagai bunga bangkai, masih harus ada beberapa kajian," tandasnya.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini