Ormas Bali Siap Hadang Penolak Kedatangan Obama

Rohmat, Okezone · Selasa 15 November 2011 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 15 340 529828 oGv08ZQii5.jpg Obama di masjid Istiqlal (Foto: Ist)

DENPASAR- Sejumlah ormas di Bali siap menghadang aksi baik dari kelompok atau perorangan yang ingin menggagalkan KTT Asean ke-19 atau menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Bali.

Kabar akan ada aksi massa HTI yang akan menggelar aksi besar-besaran menolak Obama di Bali mendapat rekasi keras dari para petinggi pengurus organisasi masa (ormas) pemuda Bali seperti Dewan Pimpinan Daerah Bali Forum Study Aksi Demokrasi (Fosad), Laskar Bali, dan Pembela Kesatuan Tanah Air (Peta).

Mereka berkumpul dan mengobarkan tekat dihadapan jajaran Kodam IX/Udayana untuk membantu mengamankan KTT Asean di Bali, termasuk untuk mengusir mereka yang akan membuat kekacauan atau menggagalkan KTT Asean dan KTT terkait yang berlangsung 17-19 November.

"Kalau sampai mereka lolos dan benar-benar datang ke Bali melakukan aksi demo, kami siap menolak kalau perlu kami kejar sampai di mana,” tegas Ketua DPD Bali Fosad I Nengah Edy Mulianto di Denpasar, Selasa (16/11/2011).

Dari konsolidasi organisasi di bawah, massa siap untuk membantu aparat keamanan guna menghalau setiap aksi yang ingin menggagalkan KTT Asean maupun menolak Obama.

Bahkan dia akan mengerahkan pasukan yang berjumlah sekira 1.500 anggota yang sudah ditempatkan di sejumlah titik untuk memantau pergerakan HTI atau pihak yang mencurigakan sejak pintu masuk ke pelabuhan maupun di kota Denpasar.

Pihaknya mengklaim telah berhasil dalam membantu aparat keamanan dalam mengamankan pertemuan tingkat dunia pada tahun 2007 lalu.

"Kami wajib menjaga Bali dari kekacauan. Ini merupakan kehormatan warga Bali karena dipilih sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan tingkat dunia," katanya.

Edy mengklaim jika sebagian besar masyarakat Bali menyamnut kedatangan Barack Obama sebagai tamu negara. Saat ini, suasaan di Bali sangat kondusif sebagai tuan rumah KTT ke-19 ASEAN dan KTT East Asia Summit sehingga pihaknya tidak akan mentolerir setiap potensi ancaman dan gangguan lainnya.

Sementara Kependam IX Udayana Kolonel Arm Wing Handoko menyatakan pihaknya menyambut baik aspirasi dan partisipasi masyarakat yang ingin menjaga lingkungan dan daerah Bali tetap aman.

Dia tidak khawatir aksi ormas tersebut akan melahirkan benturan dengan kelompok masyarakat lain, karena sudah ada rambu-rambu dan koridor untuk tidak sampai melakukan benturan di bawah karena pendekatannya bukan adu domba, namun ajakan untuk menjadi tuan rumah yang baik.

"Mereka berada di luar ring 3 jadi, mereka hanya akan mengajak semua warga Bali dan masyarakat di Bali untuk mengajak persaudaraan untuk tidak terprovokasi. Kita tidak boleh melakukan yang berkepentingan masyarakat," tegasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini