Share

Mantan Wakil PM Australia "Ngajar" di UPH

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 02 Desember 2011 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 02 373 537176 Euoq3mKtys.jpg Mantan Wakil PM Australia John Anderson 'ngajar' di kampus UPH (Foto: Margaret P/okezone)

TANGERANG - Kondisi politik Indonesia saat ini sangat erat kaitannya dengan kasus korupsi. Untuk membentengi generasi muda terhadap mentalitas tersebut, tentu harus diberikan pemahaman yang benar sejak dini.

Salah satu cara yang dilakukan Universitas Pelita Harapan (UPH) adalah mengadakan kuliah umum bertajuk Politics With Integrity: Myth or Reality. Tidak tanggung-tanggung mereka mendaulat mantan Wakil Perdana Menteri Australia John Anderson sebagai pembicara.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Dosen Senior Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPH Edwin Tambunan mengatakan, seminar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki karakter.

"UPH tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas akademis yang baik tapi juga dibekali life skill (nilai-nilai religus). Sehingga 15-20 tahun mendatang dapat mencetak pemimpin yang berkarakter," ujar Edwin di UPH, Tangerang, Jumat (2/12/2011).

Menurut Edwin, pendidikan karakter dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi maraknya kasus korupsi di Indonesia, khususnya dalam bidang politik. Dia berharap, para mahasiswa dapat  menjadikan pengalaman berpolitik John Anderson sebagai salah satu acuan.

"Menerapkan pendidikan berkarakter sebagai pemimpin politik nantinya akan menciptakan integritas dalam diri mereka. Sehingga mereka tidak akan mengalami kontradiksi dalam mengambil sebuah keputusan dan menghindari segala tindak korupsi yang mungkin terjadi," katanya.

John Anderson adalah politikus Australia yang dinilai memiliki integritas yang tinggi tidak hanya di mata masyarakat, tapi juga di kalangan tokoh politik Australia lainnya. Salah satunya adalah John Howard, Perdana Menteri Australia.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini