Share

Taufik Sidang Disertasi via Video Conference

Margaret Puspitarini, Okezone · Selasa 06 Desember 2011 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 06 373 538683 YgcRWMqJNT.jpg Image: corbis.com

JAKARTA - Bagaimana rasanya jika ketika sidang skripsi kamu tidak dapat didampingi secara langsung oleh dosen pembimbing? Hal langka ini terjadi pada sidang tertutup program pascasarjana mahasiswa bidang ilmu Matematika dan IPA (MIPA)-Fisika Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Mohammad Taufik.

Namun, untuk mengatasinya, Unpad membuat inovasi baru dalam pelaksanaan sidang disertasi. Untuk pertama kali, mereka menggelar sidang program pascasarjana dengan menggunakan teknologi video conference.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Teknologi ini digunakan untuk mempertemukan pria yang juga merupakan dosen jurusan Fisika Unpad ini dengan promotornya, Prof Dr Taufik yang bermukim di California, Amerika Serikat.

Teknologi video conference memungkinkan Prof Dr Taufik yang merupakan pengajar di Department of Electrical Engineering & Director of Electric Power Institute, California Polytechnic State University ini melakukan interaksi dengan para pimpinan sidang, tim promotor, oponen ahli, reprentasi guru besar, dan tentunya mahasiswa bimbingannya (promovendus).

Pada sidang tersebut, Mohammad Taufik mempertahankan disertasinya yang berjudul "Optimalisasi Daya dengan Stabilisasi Tegangan pada Pemodelan Pembangkit Listrik Nano Hidro (PLNH)."

Dia menjelaskan, PLNH ciptaannya adalah pembangkit listrik yang bekerja dengan memanfaatkan ailran sungai langsung dan memiliki berbagai kelebihan. Di antaranya, mudah dibawa, tidak memerlukan waduk atau bendungan, beroperasi dengan debit sungai yang kecil dan berubah-ubah, serta tidak memerlukan jaringan transmisi.

PLNH ini, lanjutnya, mampu menghasilkan daya rata-rata 110 watt dengan tegangan AC stabil 120 volt pada debit air sungai empat liter per detik. Maka, penemuan ini dianggap tepat sebagai sebuah solusi untuk kebutuhan listrik masyarakat pedesaan.

Menurut Mohammad Taufik, penggunaan video conference dalam sidang disertasi ini dapat semakin mengokohkan keinginan Unpad menjadi universitas kelas dunia.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini