Share

KKN Genjot Kualitas SDM Indonesia

Margaret Puspitarini, Okezone · Selasa 06 Desember 2011 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 06 373 538758 WC9xrafKJT.jpg Peserta KKN Universitas Hasanuddin (Foto: Andi Aisyah/okezone)

JAKARTA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program yang umumnya dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta. Mereka akan ditempatkan di rumah-rumah penduduk dan melakukan penelitian terkait bidang studi yang ditekuni.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso mengatakan, program KKN ini ternyata memiliki kaitan yang erat dengan Gross Domestic Product (GDP) suatu negara.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Masa belajar yangย  panjang akan mengakibatkan GDP-nya tinggi. Demikian pula karya ilmiah juga berkaitan dengan GDP. Sederhananya, negara memiliki masyarakat yang pintar, maka akan sejahtera," kata Djoko saat pembukaan seminar KKN Tematik Posdaya di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Selasa (6/12/2011).

Dia pun menyebutkan, program KKN bagi mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, khususnya di daerah pedesaan.

"Penempatan peserta KKN di berbagai desa yang telah ditentukan, dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia sehingga mampu bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Seminar ini berisi pemaparan tentang pengembangan program KKN menjadi KKN Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Program yang diselenggarakan oleh Dikti sejak 2008 tersebut bertujuan mengembangkan suatu daerah serta mengabdikan diri kepada masyarakat sekitar.

Beberapa perguruan tinggi pun ditunjuk menjadi koordinator pelaksanaan program KKN Tematik Posdaya atau KKN Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) di antaranya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Negeri Surabaya (Unnesa), dan Universitas Hasanuddin (Uhnas) Makassar.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini