Yohanes Waworuntu Resmi Bebas Hari Ini

Rizka Diputra, Okezone · Jum'at 09 Desember 2011 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 09 339 540214 0dVOSZkgVI.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Terdakwa kasus Sisminbakum, Yohanes Waworuntu menghirup udara bebas mulai hari ini. Hal itu karena peninjauan kembali yang diajukan telah dikabulkan oleh Mahkamah Agung.

 

Informasi ini disampaikan Kajari Jakarta Selatan, Masyhudi Ridwan. "Rencananya demikian, tapi menunggu penyerahan putusan resmi dari PN Jaksel dan infonya yang bersangkutan kan posisinya katanya sakit," kata Masyhudi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat (9/12/2011).

 

Dijelaskan Masyhudi, menurut prosedur, eksekusi dilakukan setelah putusan MA sesuai pasal 270 KUHAP. "Yah, sesuai pasal 270 KUHAP saja," singkatnya.

 

Untuk diketahui, dalam Pasal 270 KUHAP termaktub pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa, yang untuk itu panitera mengirimkan salinan surat putusan kepadanya.

 

Sementara itu Humas PN Jakarta Selatan, M Samiaji membenarkan jika salinan putusan bebas Yohanes telah dikirimkan ke Kejari Jaksel. "Sudah diberitahukan kemarin," ujar Samiaji.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu 28 Oktober 2009 lalu memvonis Direktur PT Sarana Rekatama Dinamika Yohanes Waworuntu dengan hukuman empat tahun penjara.

 

Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp200 juta kepada terdakwa. Bila Yohanes tidak membayar denda Rp200 juta, maka wajib mengganti dengan kurungan empat bulan penjara.

 

Yohanes juga wajib membayar uang pengganti sebesar Rp3,5 miliar. Jika uang pengganti tidak dibayar, maka hartanya akan dilelang dan ditambah penjara 1 tahun. Biaya perkara juga dibebankan kepada terdakwa sebesar Rp5 ribu. Dia lantas mengajukan kasasi serta PK ke MA.

 

Pada putusan kasasi, Yohanes dihukum penjara 5 tahun serta diminta membayar kerugian negara sebanyak Rp378 miliar dari total kerugian negara kasus Sisminbakum sebesar Rp420 miliar.

 

Namun Mahkamah Agung (MA) lantas mengabulkan permohonan PK Yohanes Waworuntu pada 25 November lalu. Dalam pertimbangannya, majelis hakim yang diketuai oleh M Taufik dengan anggota Sufyan Nabaya dan Andi Ayub menilai proyek Sisminbakum tidak ada tindak pidana korupsi seperti tuduhan jaksa. Sebab, pembentukan Sisminbakum adalah hasil kesepakatan Indonesia dengan IMF tentang tata cara pembentukan badan hukum online. Saat itu tidak ada anggaran negara sehingga menggandeng swasta.

 

Terkait adanya acces fee yang diterima, menurut MA, bukanlah uang yang harus disetor ke negara. Sebab bukan termasuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB). Dengan adanya putusan ini, maka Yohanes bebas dari semua dakwaan dan berhak mendapatkan pemulihan nama baiknya. Semua putusan sebelumnya yang menghukum Yohanes maka batal demi hukum.

 

Sebelumnya, MA juga mengabulkan permohonan kasasi mantan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan HAM, Romli Atmasasmita dalam kasus Sisminbakum. MA menyatakan Romli lepas dari segala tuntutan tindak pidana korupsi tersebut.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini