Yohanes Waworuntu: Akhirnya Kebenaran Terungkap

Catur Nugroho Saputra, Okezone · Jum'at 09 Desember 2011 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 09 339 540286 dQ26aJm12Q.jpg Yohanes Waworuntu (Foto: Catur/Okezone)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), Yohanes Waworuntu, menghirup udara bebas tepat di Hari Antikorupsi Dunia, setelah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang selama 1 tahun, 8 bulan.

 

Yohanes dinyatakan bebas murni setelah Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) diterima, dengan nomor PK No. Reg. 102 PK/Pid.Sus/2011 Tanggal 28 November 2011. "Puji Tuhan, kebenarannya akhirnya terungkap, Tuhan tahu selama ini saya dizalimi," kata Yohanes, saat ditemui di LP Cipinang, Jumat (9/12/2011).

 

Ia berharap dengan dikabulkannya PK ini, nama baiknya dapat segera dipulihkan kembali. "Nama baik saya akan segera pulih," paparnya.

 

Pada kesempatan yang sama, kuasa hukum Yohanes, Suwaryoso mengatakan dengan adanya PK ini, otomatis nama kliennya akan pulih. "Dalam PK tertulis memulihkan hak pemohon peninjauan kembali dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat, serta martabatnya," jelasnya.

 

Pantauan okezone, Yohanes ditemani kuasa hukumnya Suwaryoso, istrinya Angel, kakaknya, Petrus Waworunto, serta beberapa kerabat lainnya keluar dari LP Cipinang. Kemudian Yohanes masuk ke dalam mobil Harrier hitam B 1789 SJ.

 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu 28 Oktober 2009 lalu memvonis Yohanes dengan hukuman empat tahun penjara. Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp200 juta kepada terdakwa. Bila Yohanes tidak membayar denda Rp200 juta, maka wajib mengganti dengan kurungan empat bulan penjara.

 

Yohanes juga wajib membayar uang pengganti sebesar Rp3,5 miliar. Jika uang pengganti tidak dibayar, maka hartanya akan dilelang dan ditambah penjara 1 tahun. Biaya perkara juga dibebankan kepada terdakwa sebesar Rp5 ribu. Dia lantas mengajukan kasasi serta PK ke MA.

 

Pada putusan kasasi, Yohanes dihukum penjara 5 tahun serta diminta membayar kerugian negara sebanyak Rp378 miliar dari total kerugian negara kasus Sisminbakum sebesar Rp420 miliar.

 

Namun Mahkamah Agung (MA) lantas mengabulkan permohonan PK Yohanes Waworuntu pada 25 November lalu. Dalam pertimbangannya, majelis hakim yang diketuai oleh M Taufik dengan anggota Sufyan Nabaya dan Andi Ayub menilai proyek Sisminbakum tidak ada tindak pidana korupsi seperti tuduhan jaksa. Sebab, pembentukan Sisminbakum adalah hasil kesepakatan Indonesia dengan IMF tentang tata cara pembentukan badan hukum online. Saat itu tidak ada anggaran negara sehingga menggandeng swasta.

 

Terkait adanya acces fee yang diterima, menurut MA, bukanlah uang yang harus disetor ke negara. Sebab bukan termasuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB). Dengan adanya putusan ini, maka Yohanes bebas dari semua dakwaan dan berhak mendapatkan pemulihan nama baiknya. Semua putusan sebelumnya yang menghukum Yohanes maka batal demi hukum.

 

Sebelumnya, MA juga mengabulkan permohonan kasasi mantan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan HAM, Romli Atmasasmita dalam kasus Sisminbakum. MA menyatakan Romli lepas dari segala tuntutan tindak pidana korupsi tersebut.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini