Share

Dimulai dari KKN..

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Sabtu 17 Desember 2011 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 17 372 543659 yk7fOnqoms.jpg Image: corbis.com

JAKARTA - Sekelompok anak muda ini membuktikan, kuliah kerja nyata (KKN) yang hanya berlangsung dua bulan mampu melahirkan semangat sosial, bahkan setelah program itu usai.

Kelompok KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) unit 171 berangkat ke kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Juli 2010 lalu. Di sana, mereka tergerak membuat perpustakaan dan menggelar berbagai program terkait pembangunan karakter melalui buku.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Hingga Agustus 2010, kelompok yang mereka namai Book for Mountain ini telah berhasil mendirikan enam perpustakaan di berbagai wilayah di sekitar kaki Gunung Rinjani.

Koordinator Saya ingin Buku Atas nama Book for Mountain dan Anak-anak Indonesia, Niniek Febriany menjelaskan, awalnya, kegiatan ini murni program KKN yang bertujuan mendekatkan buku kepada anak-anak di kaki gunung dan daerah terpencil yang memang mempunyai akses yang terbatas dibandingkan daerah lain.

"Karena kesuksesan program itulah, maka Book for Mountain terus berlanjut meski KKN telah selesai sembari melebarkan sayap membuka kesempatan buat siapa saja yang ingin bergabung," tutur Niniek seperti dinukil dari situs UGM, Sabtu (17/12/2011).

Kini, program kerja Book for Mountain tidak hanya sebatas pendirian perpustakaan di berbagai kaki gunung dan daerah terpencil melalui program 'Saya Ingin Buku!'. Mereka juga menggelar pelatihan penunjang seperti manajemen perpustakaan, motivasi, dan program bertajuk 'Seminggu Mengajar Seumur Hidup Menginspirasi'.

Niniek memaparkan, program 'Saya Ingin Buku!', Book for Mountain membuka Waroeng Buku berupa perpustakaan. "Buku-bukunya diperoleh dari donasi dan sponsorship," imbuhnya.

Donasi dapat dilakukan melalui program pendukung 'Saya Ingin Buku!', yakni subprogram 'Donate your used children books: Satu buku bekas darimu sama dengan satu langkah awal mencerdaskan bangsa'.

Dalam subprogram ini, Book for Mountain mengajak semua orang menyumbangkan buku baru maupun bekas dengan berbagai bahasan, terutama buku non-pelajaran untuk anak usia sekolah dasar (SD).

Pelatihan manajemen perpustakaan secara sederhana dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga pustakawan dari masyarakat sekitar.

"Program Motivation Training kami bersifat fleksibel.  Kami juga fokus menggelar program mengatasi trauma pada daerah yang sedang terkena bencana seperti di Merapi dan Bromo beberapa waktu lalu," ujar Niniek menjelaskan.

Book for Mountain bahkan menjadi pengajar di berbagai lokasi yang mereka sambangi. Tidak hanya mata pelajaran wajib di sekolah, anak-anak muda kreatif ini juga mengajarkan materi keahlian di luar sekolah seperti keterampilan merajut, menggambar karikatur, origami, bermusik, dan paperquilling.

Sejak dimulai Juli 2010 lalu, Book for Mountain telah menyambangi tujuh lokasi dan menggelar berbagai program sosial. Proyek perdana mereka adalah di Desa Bebidas, Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (Juli-Agustus 2010), kemudian berturut-turut di Sekolah darurat Merapi (Oktober-Desember 2010), Shelter Keningar, Merapi (Januari 2011); Desa Ngadirejo, Bromo (Maret 2011); Tompo Bulu, Bone, Sulawesi Selatan (Mei 2011); Pulau Sebesi, Krakatau, Lampung (Juli 2011); dan Ranu Pane, Semeru, Jawa Timur (Oktober 2011).

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini