Share

Luwes Menari, 'Joko Klono' UGM Rebut Medali Perak

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 06 Januari 2012 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 05 373 552443 lcHyYidbVJ.jpg Foto : Joko Klono, robot yang pandai menari/UGM

JAKARTA - Tidak puas meraih emas dalam kompetisi robot internasional, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mengukir prestasi lain. Tim asal Kota Gudeg ini membawa pulang medali perak pada ketegori robot Indonesiana di ajang The 13th International Robot Olympiad 2011.

Mereka adalah tim Gamaro. Tim ini digawangi para mahasiswa jurusan Jurusan Elektronika dan Instrumentasi (Elins), yaitu Pramudita Johan Iswara, Afriyani Soraya Sari, Nisa' Latifatul Ngilma, Mirza Dhanu; mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, yaitu Zulfikar Rachman, Rahmanditya Wijaya, dan Gilang Abimantaka; serta mahasiswa Diploma Teknik Elektro yakni, Muhammad Arifin Eska dan Agus Faudin.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Robot humanoid karya sembilan mahasiswa ini diberi nama Joko Klono dan mampu menarikan tarian tradisional khas Jogja, Tari Klono Topeng. Ketua tim Gamaro Pramudita Johan Iswara menyebutkan, selain mampu menari, desain robot yang menarik membuat mereka menyabet best design dalam Kontes Robot Seni Indonesia 2011.

Robot ini, tambahnya, mempunyai 31 persendian yang terdiri dari enam di masing-masing kaki, tujunh di masing-masing tangan, tiga di leher dan dua di badan. “Dengan 31 persendian itu dapat menghasilkan tarian yang elegan dan luwes. Itu yang juga menjadi nilai lebih di mata juri,” kata Pramudita seperti disitat dari situs UGM, Jumat (6/1/2012).

Berbeda dengan karya tim Boyo yang murah meriah, Joko Klono dibuat menggunakan komponen berkualitas premium. Persendian robot dibuat dengan motor cervo berkekuatan tinggi dengan kekuatan angkat 30 kilogram setiap satu centimeter. “Total biaya pembuatan menghabiskan dana sebesar 40 juta rupiah,” ujarnya.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini