Share

Koperasi Akan Jadi MKDU di Kampus Jatim

Amir Tejo, Okezone · Jum'at 06 Januari 2012 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 06 373 552952 dr6gsTh4wt.jpg Image: corbis.com
SURABAYA - Sebanyak 23 perguruan negeri dan swasta di Jawa Timur menandatangani kesepakatan soal upaya peningkatan dan pertumbuhan kewirausahaan berbasis koperasi di perguruan tinggi.

Kerja sama ini, merupakan salah satu upaya Dewan Koperasi Wilayah Jawa Timur untuk menghidupkan kembali nilai-nilai koperasi di masyarakat terutama di kalangan mahasiswa.

“Nantinya dengan kerja sama ini, perguruan tinggi yang terlibat akan memberikan mata kuliah koperasi kepada para mahasiswanya,” kata Rektor Universitas Dr. Soetomo Surabaya Ulil Albab, di Surabaya, Jumat (6/1/2012)

Ulil, yang mewakili 23 perguruan tinggi tersebut, menjelaskan mata kuliah koperasi nantinya akan dimasukkan ke dalam mata kuliah kewiraan yang selama ini memang sudah menjadi mata kuliah dasar umum (MKDU) di semua perguruan tinggi di Indonesia.

Saat ini sedang disusun modul tentang mata kuliah koperasi tersebut. Targetnya pada tahun ajaran baru tahun ini, mata kuliah koperasi itu sudah bisa diberikan kepada mahasiswa baru.

Selain itu, pihak perguruan tinggi berharap, usai mendapatkan mata kuliah koperasi ini, mereka bisa membuat koperasi sendiri.

“Sehingga istilah pengangguran terdidik itu bisa dihilangkan, karena mereka sudah mempunyai bidang usaha yaitu koperasi sebelum mereka lulus dari perguruan tinggi,” ujar Ulil.

Mata kuliah koperasi dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi karena saat ini koperasi  sudah mulai ditinggalkan oleh bangsa Indonesia. Mereka lebih tertarik mengajarkan teori-teori liberalisme dibandingkan dengan koperasi yang sebenarnya merupakan soko guru ekonomi bangsa Indonesia.

Sementara itu, ketua Dewan Koperasi Indonesia Sri Edi Swasono menyatakan kegembirannya karena masih ada perguruan tinggi yang mau mengajarkan koperasi. Edi mengaku, dia dengan senang hati memberikan pencerahan kepada para dosen-dosen tentang nilai-nilai koperasi.

“Saya berharap, setelah Jawa Timur akan ada perguruan tinggi di wilayah-wilayah lain yang mau mengikuti langkah ini. Karena biasanya Jawa Timur pembuat gara-gara,” ujar Edi.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini