Share

Mastodon dan Burung Kondor Hinggap di Unpad

Iman Herdiana, Okezone · Jum'at 06 Januari 2012 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 06 373 552964 Y2AkhoqYoO.jpg Ilustrasi: ist.

BANDUNG - Lakon teater Mastodon dan Burung Kondor karya almarhum WS Rendra, akan digelar di Universitas Padjdjaran (Unpad) Bandung mulai 12 hingga 13 Januari mendatang.

Mastodon dan Burung Kondor akan dipentaskan mulai pukul 19.30 WIB di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur, Bandung. Lakon ini pertama kali dipentaskan Bengkel Teater Rendra pada 1973.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Kali ini, lakon yang kontroversial karena berani mengkritik kebijakan Orde Baru itu disutradarai istri Rendra, Ken Zuraida.

Istri penyair legendaris itu mengatakan, meski aktif di Bengkel Teater Rendra, tetapi pementasan tersebut bukan atas nama Bengkel Teater Rendra. Teater yang diproduseri Rektor Unpad Ganjar Kurnia itu disajikan oleh Ken Zuraida Project.

"Kami tidak berani bawa nama Bengkel Teater Rendra. Kami hanya ingin mengangkat kembali Mastodon ke publik, setelah tak seorangpun mementaskannya sejak 1973 lalu," kata Ken di kampus Unpad Bandung, Jumat (6/1/2012).

Ken Zuraida Project sebelumnya telah melakukan pementasan teater Mastodon dan Burung Kondor di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Agustus lalu.

Pementasan teater karya Rendra di Bandung diharapkan bisa menemukan jejak dan semangat Rendra. Waktu itu pada 1973, Indonesia yang kaya nuansa dan ide seolah membeku karena diperintah secara represif oleh Rezim Orde Baru.

"Kini kami angkat kembali Mastodon ke hadapan publik untuk menemukan semangat Rendra," ujarnya.

Teater Kolosal Mastodon didukung 60 orang dengan aktor utama Totenk Mahdasi Tatang, Awan Sanwani, Cahyo Harimurti, Joebert G, Mogot, dan Maryam Supraba.

Mastodon dan Burung Kondor merupakan salah satu drama masterpiece Rendra yang ditulis antara 1971-1973. Naskah ini pertama kali dipentaskan Bengkel Teater Rendra pada 1973 di tiga tempat, salah satunya di Yogyakarta. Namun di kota ini, Bengkel Teater dicekal. Lakon ini dianggap kontroversial karena terlalu keras mengkritik pemerintah.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini