Share

Unjani Ambil Sumpah 41 Dokter

Senin 09 Januari 2012 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 09 373 553794 ewqTdY4beD.jpg Image: corbis.com

CIMAHI – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengangkat sumpah 41 dokter umum baru di Gedung Sasana Krida (GSK) kampus Unjani, Kota Cimahi, akhir pekan lalu.

Pengambilan sumpah dihadiri Rektor Unjani Mayjen (Purn) TNI Heriyono, jajaran dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unjani, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, IDI Cimahi, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Cimahi.

Dekan FK Unjani Priatna mengatakan, para calon dokter umum ini merupakan bagian dari 1.499 sarjana dokter umum (S.Ked) yang telah diluluskan sejak FK-Unjani berdiri 1992 lalu.

“FK Unjani telah menerima 2.117 mahasiswa. Pengangkatan sumpah dokter ini memiliki arti penting bagi FK Unjani, sebab setelah ini lulusan dokter FK Unjani akan mendarmabaktikan kepada negara, bangsa, masyarakat, dan keluarga,” ujarnya.

Ke-41 dokter baru ini adalah mereka yang telah lulus Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang dilakukan pada periode Agustus 2011. Dengan tingkat kelulusan mahasiswa mencapai 79 persen, FK Unjani pun mendapatkan posisi cukup terhormat di antara FK se-Indonesia.

“Sembilan dari 41 dokter baru lulus cumlaude dengan IPK tertinggi 3,63 yang dicapai Muhammad Rahmatullah,” ucapnya.

Rektor Unjani Mayjen TNI (Purn) Heriyono mengaku bangga dengan jumlah lulusan cumlaude yang cukup banyak, hal ini menandakan perkembangan kualitas FK Unjani yang signifikan.

“Yang cumlaude semakin banyak, yang lulus tepat waktu semakin bertambah besar, termasuk yang lulus uji kompetensi relatif di atas rata-rata dibandingkan FK lain, ” katanya.

Menurut dia, perbandingan rata-rata kebutuhan dokter umum di Indonesia masih jauh dari standar. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), satu dokter umum di Indonesia masih melayani 23 ribu orang. Padahal, idealnya satu orang seharusnya melayani 11 ribu orang.

“Tahun ini akan dibangun gedung dekan baru beserta perlengkapannya senilai di atas Rp20 miliar, beberapa fasilitas juga segera dibenahi, termasuk dosen, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung profesional dengan hasil mahasiswa dan alumninya bisa dikompetensikan di tengah pelayanan kesehatan masyarakat,” bebernya. (agung bakti sarasa/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini