Share

IAKI Curhat, Sarjana Teknik Kurang Perhatian

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 09 Januari 2012 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 09 373 553885 7cypbJOE4K.jpg Image: corbis.com

JAKARTA - Keterbatasan sarjana teknik di Indonesia ditengarai terjadi karena pemerintah masih mengabaikan lulusan lembaga pendidikan asing, baik perguruan tinggi maupun pelatihan yang memiliki prestasi gemilang dan potensial.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Alumni KOICA Indonesia (IAKI), atau perhimpunan alumni mahasiswa Indonesia di Korea Surat Indrijarso.

Menurutnya, pengabaian oleh pemerintah terlihat ketika para sarjana teknik lulusan luar negeri itu kembali ke Tanah Air, mereka tidak dioptimalkan oleh negara akibat belum tersedia proyek atau program maupun fasilitas.

Seperti pada masa mantan Presiden BJ Habibie, banyak mahasiswa yang disekolahkan ke Jerman untuk mengembangkan pesawat di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia. Akan tetapi perusahaan negara ini pun terbengkalai dan berdampak pada para sarjana teknik di dalamnya yang harus mencari lapangan kerja baru. 

Katanya, kebanyakan alumni pendidikan di luar negeri umpamanya bagi PNS hanya mendapatkan apresiasi berupa kenaikan jabatan (eselon) peroleh sponsor dari instansi negara atau kenaikan tunjangan bagi yang berasal dari swasta. Padahal mereka kembali dengan nilai tambah yang apabila dioptimalkan ke dalam proyek-proyek inovatif atau ditempatkan di posisi yang lebih tepat dan sesuai kompetensi maka akan lebih berguna.

Sebut saja lulusan alumni Korea sangat banyak yang bisa dipakai negara untuk mengembangkan sektor pertanian dan industri apalagi Negeri Gingseng itu masih dalam satu kawasan Asia dengan kultur dan persoalan yang dihadapi tidak jauh berbeda.

"Begitu juga saya sendiri telah mengikuti pendidikan soal kenukliran dengan pertimbangan Indonesia mau membangun PLTN di masa depan, tapi nyatanya belum dapat direalisasikan," kata Surat yang juga PNS di kemitraan ESDM.

Menurutnya, dengan adanya ikatan alumni barangkali sedikit keuntungan yang diperoleh saat ini yaitu berupa kemudahan untuk menjalin koordinasi antara instansi terkait yang kebetulan pegawainya adalah alumni korea. Surat berharap, pertemuan para alumni ini dapat meningkatkan jaringan kerja sama (networking).

Saat ini IAKI memiliki sekira 2.600 anggota. Mereka berasal dari berbagai lulusan dengan perkiraan  sebanyak 30 persen untuk kesejahteraan sosial, sebanyak 20 persen untuk agrikultural dan 10 persen untuk teknik.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini