Share

Perguruan Tinggi Sulit Kelola Aset

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 09 Januari 2012 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 09 373 554023 WY4Wfi9fOC.jpg Image: corbis.com

JAKARTA - Mayoritas perguruan tinggi di Indonesia mengalami kendala dalam tata kelola aset.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil menyebutkan, berdasarkan Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun anggaran 2010, permasalahan aset universitas yang biasa muncul terkait sertifikat aset, penghapusan aset tanpa pemberitahuan terhadap Menteri Keuangan (Menkeu), dan komersialisasi aset.

"Sebenarnya tidak ada larangan terkait komersialisasi aset milik universitas. Jika keputusan diambil dengan benar sesuai dengan kesepakatan seluruh civitas dan juga memberikan keuntungan bagi negara, kenapa tidak? Tapi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku (sesuai PP No.6)," kata Rizal seusai pertemuan rektor se-Indonesia dengan BPK RI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Dalam pembuatan laporan keuangan, lanjutnya, pihak universitas dapat memberdayakan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademis yang baik pada bidang tersebut.

"Akuntan terbaik berasal dari perguruan tinggi. Mahasiswa dengan kemampuan akademis baik bisa diperbantukan dalam pembuatan laporan keuangan," ujarnya.

Dia menuturkan, ke depannya BPK akan sangat memperhatikan pelaksanaan penyaluran anggaran terhadap kaum marginal atau masyarakat miskin seperti program beasiswa, dana bantuan operasional sekolah (BOS), dan sertifikasi guru.

Rizal menilai, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh telah membuat program perbaikan tata kelola keuangan di kementerian yang dipimpinnya. "Saya mengapresiasi hal tersebut. Kebijakan yang dibuat Mendikbud sudah benar, tinggal bagaimana pelaksanaannya oleh para pejabat terkait," imbuhnya.

Rizal menegaskan, pertemuan yang dihadiri 29 rektor maupun perwakilannya ini bukan untuk menyalahkan rektor ataupun perguruan tinggi yang memiliki permasalahan pengelolaan aset.

"Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi bagi universitas dalam mengelola keuangan. Sehingga, ke depannya tidak perlu terjadi hal serupa," katanya menjelaskan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini