Share

Mulai Semester Depan, Mahasiswa Unpad Isi KRS Online

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 09 Januari 2012 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 09 373 554174 WKTneaeL3t.jpg Ilustrasi : ist.

JAKARTA - Terhitung 30 Januari 2012, mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung mulai dari program D-3 hingga pascasarjana akan melakukan pembayaran maupun pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Mahasiswa semester baru secara online. Sistem online ini akan terintegrasi di 16 fakultas yang ada di Unpad.

Kepala Biro Administrasi Akademik Unpad, Isis Ikhwansyah mengatakan, pelaksanaan herregistrasi kali ini akan melibatkan lima kelompok mahasiswa. "Kelima kelompok itu, yakni pembayaran mandiri, transfer DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) ke DIPA, penangguhan, pelunasan paket, nol rupiah paket, dan kelompok beasiswa," ujar Isis seperti dilansir dari laman Unpad, Senin (9/1/2012).

Menurut Isis, pelaksanaan perdana KRS online ini membutuhkan dukungan dari setiap fakultas demi terlaksanaya KRS Online terintegrasi. Terutama berkaitan dengan data hasil ujian yang menentukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa sebagai dasar dari pengisian KRS online.

"Berdasarkan pertemuan terakhir dengan bagian akademik seluruh fakultas, telah terkumpul 80 persen data mata kuliah dan akan dilengkapi untuk kepentingan KRS online," katanya.

Nilai IPK, lanjut Isis, akan menentukan jumlah SKS yang dapat diambil mahasiswa.  "Kita sama-sama bersinergi melakukannya. Keberhasilan ini bagaimana pun akan ditentukan oleh kekompakan kita semua, karena data yang diperlukan bergantung dari  fakultas,” ujarnya.

Isis menuturkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa terkait dengan pelaksanaan herregistrasi jelang perkuliahan yang akan dimulai pada tanggal 20 Februari 2012. Pertama, tentang pembayaran biaya herregistrasi dan pengisian KRS yang dilakukan secara online sehingga dapat dilakukan dari mana saja.

"Termasuk para mahasiswa Unpad yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) di berbagai daerah di Jawa Barat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan herregistrasi," tutur Isis.

Selain itu, khusus bagi mahasiswa tingkat akhir atau yang akan lulus tidak dikenakan kewajiban membayar biaya herregistrasi jika telah menyelesaikan perkuliahan sebelum 14 Februari 2012. Jika melewati batas waktu tersebut, mereka tetap harus membayar.

Kedua, tentang penangguhan pembayaran biaya herregistrasi. Bagi mahasiswa  yang akan melakukan penangguhan, pengajuan penangguhan harus dilakukan dua minggu sebelum masa pembayaran, yaitu 16 Januari 2012. Hal ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk kemudian bisa disahkan oleh Biro Keuangan.

“Untuk penangguhan kami sudah punya SOP-nya, yaitu dua minggu sebelum masa pembayaran. Kemudian, tinggal utarakan kesulitan yang dialami. Setelah disahkan oleh Biro Keuangan, akan diserahkan kembali kepada fakultas (PD II) sebagai eksekutornya. Tapi sejak awal, tolong fakultas juga mengawal,” katanya mengingatkan.

Kemudian untuk penangguhan terkait kelompok mahasiswa penerima beasiswa seperti kelompok transfer DIPA ke DIPA, kelompok lunas paket, kelompok nol rupiah paket, dan kelompok beasiswa yang disahkan oleh Biro Keuangan, akan memiliki mekanisme tersendiri. Informasi mengenai semua hal tersebut dapat diperoleh melalui help desk bagian akademik, kemahasiswaan, dan keuangan yang rencananya ditempatkan di gedung Rektorat Unpad, lantai satu.

Sementara bagi mahasiswa yang ingin mengajukan cuti akademik, batas waktu pengajuan harus dilakukan sebelum 14 Februari 2011. Khusus program pascasarjana, lama cuti yang diberikan hanya satu semester, namun untuk program sarjana mendapatkan waktu lebih lama, yaitu maksimal dua semester.

Mengantisipasi kebingungan para mahasiswa maupun dosen terkait sistem KRS online ini, pihak rektorat akan melakukan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi Sistem Informasi (SI) Akademik Berbasis IT, termasuk KRS Online pada 10-13 Februari 2012.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini