Nilai UN Jadi Syarat Masuk PTS

Jum'at 13 Januari 2012 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 13 373 556486 HWAIT2XM9O.jpg Ilustrasi: ist.

YOGYAKARTA – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap menerapkan nilai ujian nasional (UN) menjadi syarat masuk perguruan tinggi mulai tahun ini.

Ketua Aptisi DIY Kasiyarno mengatakan, selain sudah menjadi peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), syarat ini sebenarnya sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan, terutama jerih payah siswa dalam menuntut ilmu. "Kami segera mendorong dan memberitahukan perguruan tinggi swasta (PTS) DIY untuk masalah ini," ungkap Kasiyarno, kemarin.

Untuk parameter atau syarat-syarat lain, Aptisi DIY tidak membuat keseragaman. Syarat lain tersebut menjadi kewenangan PTS bersangkutan, terutama komposisi persentase antara nilai UN dengan syarat pendukung yang lain.

"Yang jelas nilai UN tetap harus menjadi syarat utama," tandas Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini.

Kasiyarno tetap mengakui input untuk PTS masih kalah jika dibandingkan dengan PTN. Sebab PTN masih tetap menjadi pilihan utama dan baru ke PTS jika tidak diterima di PTN. Karena itu, PTS tetap masih dituntut untuk berkerja keras agar dapat setara dengan PTN, baik kualitas maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2012 ini, selain akan menjadikan nilai UN sebagai syarat utama, UAD juga memberikan penghargaan kepada mereka yang mempunyai nilai UN tinggi. Penghargaan tersebut antara lain bebas biaya masuk. Bagi mereka yang memenuhi kriteria akan diterima langsung tanpa syarat administrasi lainnya.

"UAD akan memprioritaskan mereka yang memiliki nilai UN rata-rata tujuh, sebagai syarat administrasi masuk ke UAD. Bahkan bagi yang memiliki nilai tertinggi akan mendapatkan beasiswa pendidikan," terangnya.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi mengatakan, kebijakan hasil UN menjadi prasyarat masuk PTN merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas SMA. Karena itu, jika implementasi ini berhasil akan berdampak positif bagi sistem pendidikan.

"Kredibilitas pelaksanaan UN sendiri nantinya dapat diukur melalui beberapa indikator. Seperti laporan dari pengawas, guru, dan perguruan tinggi yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antardaerah," katanya. (koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini