Share

Jerman Akan Buka 4 Pusat Studi Islam

Hanna Meinita, Okezone · Selasa 24 Januari 2012 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 24 373 562531 wJPIwgge9n.jpg Image: corbis.com

JERMAN - Jerman berencana membangun empat pusat studi Islam terbaru. Salah satu pusat studi resmi dibuka pekan lalu, di University of Tübingen di Jerman Selatan.

Semua pusat studi akan memulai kegiatan belajar mengajar, akhir tahun ini. Di Tübingen, ada 36 mahasiswa yang telah mendaftar di jurusan teologi Islam. Kegiatan kuliah dimulai pada musim dingin mendatang.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pusat studi Islam ini juga akan berlokasi di Münster University dan University of Osnabrück serta di Frankfurt University dan University of Giesse. Keduanya akan dibuka secara resmi akhir tahun ini. Sementara yang keempat, yang berlokasi di Erlangen dan Nuremberg, secara resmi akan mulai beroperasi pada semester musim dingin 2012/2013.

Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal Jerman (BMBF) menyediakan total dana sekira 20 juta euro atau setara dengan Rp232,7 miliar (Rp11,638 per euro) untuk mendukung skema ini.

Pemerintah federal memberikan waktu selama empat tahun untuk mendirikan pusat teologi Islam. Sebelumnya, sebuah komisi pemerintah menyatakan pusat studi Islam sangat diperlukan mengingat ada lebih dari empat juta kaum Muslim di Jerman. Karena itu, selama beberapa tahun mendatang dibutuhkan 2.000 guru untuk mengajar 700 ribu siswa.

Pusat studi baru ini akan menelurkan akademisi teologi seperti guru untuk pendidikan agama Islam, sarjana muda dan ulama teologi Islam, serta imam masjid. Awalnya, BMBF menyediakan 4 juta euro (Rp46,5 miliar) untuk pusat studi Tübingen guna mendanai pejabat universitas, staf asisten dan kelompok mahasiswa junior.

Menurut Rektor Tübingen Bernd Engeler, tujuan utama dari pusat ini adalah menyediakan pendidikan berbasis luas untuk mahasiswa sehingga mereka dapat mewakili studi agama sebagai subjek akademis.

"Kami ingin memberikan kontribusi atas kekayaan pengalaman untuk mengembangkan teologi Islam di beberapa universitas di Jerman," ujar Menteri Pendidikan federal Jerman Annette Schavan seperti dikutip dari University World News, Selasa (24/1/2012).

Profesor pertama yang ditunjuk di Tübingen adalah ahli Alquran Omar Hamdan. Hamdan merupakan ahli studi Islam dan Arab di Yerusalem serta perbandingan agama di Tübingen. Mahasiswa terdiri dari 23 perempuan dan 13 laki-laki yang berasal dari berbagai negara.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini