Share

Reaksi IKJ atas 'Xenia Maut' Terlalu Ekstrim

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Selasa 24 Januari 2012 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 24 373 562653 TsN3XdM5PG.jpg Ilustrasi: okezone

JAKARTA - Pihak keamanan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menginstruksikan segenap civitas academica IKJ mencopot semua atribut IKJ pada kendaraannya, terutama bagi mereka yang sering melintasi kawasan Tugu Tani.

Instruksi ini beredar setelah tabrakan maut di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, diketahui melibatkan alumnus IKJ. Si alumnus merupakan pengendara Daihatsu Xenia bernomor polisi B 2479 XI yang menabrak belasan pejalan kaki.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Meski merupakan langkah pencegahan dari kekhawatiran amuk massa, Psikolog dari Mabes Polri Arif Nurcahyo menilai, aksi ini terlalu ekstrim. Pasalnya, Afriani bertanggung jawab penuh atas tindakan kriminal yang dilakukannya. Hal ini, kata Nurcahyo, tidak ada hubungannya dengan IKJ sebagai almamaternya.

"Seharusnya pihak kampus bersikap biasa saja. Karena ini kan aksi individual, bukan aksi yang secara keseluruhan mewarnai gerak kehidupan IKJ," ujar Nurcahyo ketika dihubungi okezone, Selasa (24/1/2012).

Nurcahyo memaparkan, untuk meredam kekhawatiran, pihak kampus IKJ seharusnya bicara kepada publik secara resmi untuk memberi pemahaman bahwa tindakan kriminal individu, terutama mereka yang sudah menjadi alumni, tidak lagi berada dalam tanggung jawab kampus.

"Institusi seharusnya membuka diri jika menghadapi hal ini. Dalam kasus ini, instruksi pencopotan stiker IKJ itu justru seakan memancing kemarahan massa," imbuhnya. 

Selain itu, pemahaman serupa juga perlu disampaikan oleh berbagai institusi, termasuk kepolisian, untuk meredam keresahan massa. Jika hal ini tidak dilakukan, Nurcahyo menilai, suasana akan semakin keruh.

"Kita juga perlu menunggu proses penyidikan yang sedang berlangsung. Saya menilai, Kepolisian bekerja keras untuk menghukum pelaku dengan hukuman maksimal. Ini terlihat dari penerapan pasal berlapis," tuturnya menandaskan.

Akhir pekan lalu, kecelakaan maut terjadi di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Afriani, yang merupakan alumnus IKJ, menabrak sembilan pejalan kaki. Mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi B 2479 XI yang dikendarainya pun ringsek karena menabrak halte.

Tak ayal, aksi Afriani ini pun menebar teror di kalangan civitas academica IKJ. Pesan untuk mencopot semua atribut IKJ di kendaraan pun menyebar melalui blackberry messenger (BBM) maupun short message service (SMS).

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini