UPH Sumbang 100 Kantong Darah ke PMI

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Jum'at 27 Januari 2012 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 27 373 564666 3nh9iw04rK.jpg UPH menyumbangkan 200 kantong darah ke UPH (Foto: dok. UPH)

JAKARTA - Civitas academica Universitas Pelita Harapan (UPH) menunjukkan kepedulian pada sesama dengan medonorkan darahnya.

Sedikitnya 200 civitas academica UPH menyumbangkan darah mereka dalam kegiatan donor darah di kampus UPH, kemarin. Kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin UPH dengan mengandeng Palang Merah Indonesia (PMI).

Semester ini, kegiatan donor darah UPH mengusung tema "There is Hope in Every Drop" dan berhasil menyumbangkan 100 kantong darah ke bank darah PMI.

Selain kegiatan donor darah, UPH juga menggelar seminar Hukum Humaniter Internasional yang membahas hukum penggunaan lambang Palang Merah.

Ketua Bidang PMR, Relawan, dan Teknologi Informasi PMI, Muhammad Muas, yang didapuk sebagai pembicara seminar menyatakan keberadaan undang-undang yang mengatur penggunaaan lambang sangat penting.  Pasalnya, ujar Muas, lambang adalah identitas atau tanda pengenal sebuah lembaga.

"Sementara, Lambang yang kini digunakan PMI dipakai secara sembarangan dan disalahgunakan oleh banyak lembaga. Lambang palang merah masih banyak dipakai oleh toko obat herbal, apotek, dan sebagainya," kata Muas seperti dikutip dari keterangan tertulis UPH kepada okezone, Jumat (27/1/2012).

Menurut Muas, penyalahgunaan inilah yang membuat undang-undang lambang menjadi penting. "Negara-negara lain memiliki undang-undang lambang. Hanya Indonesia yang belum," tambahnya lagi.

Seminar ini juga menghadirkan pembicara dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) yang juga dosen pascasarjana UPH Jeanne Neltje Sally; legal advisor Palang Merah Internasional dan wakil ICRC, Rina Rusman; serta Kolonel Reza dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini