Share

Nilai UN Sulit Jadi Tiket Masuk PTN

Senin 30 Januari 2012 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 30 373 565724 79VumDzC7G.jpg Ilustrasi: ist.

SEMARANG – Rencana pemerintah menjadikan nilai ujian nasional (UN) SMA sederajat menjadi alat masuk ke jenjang perguruan tinggi negeri (PTN) dinilai sulit terlaksana. Sebab, ujian masuk ke PTN dan UN memiliki dasar berbeda.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Sudharto P Hadi berpendapat UN memiliki sifat sebagai instrumen evaluasi untuk mengetahui keberhasilan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Sementara ujian masuk di perguruan tinggi sifatnya adalah prediktif.

"Oleh sebab itu, setiap calon mahasiswa yang mengikuti ujian masuk di sebuah perguruan tinggi memiliki sejumlah pilihan. Nah, dari ujian masuk perguruan tinggi itulah siswa dapat diprediksi kemampuannya mengarah ke jurusan tertentu," jelasnya kemarin.

Menurut Sudharto jika pemerintah memaksakan memangkas alur ujian dari jenjang SMA sederajat ke perguruan tinggi dengan menjadikan UN sebagai tes kelulusan, sekaligus alat masuk ke perguruan tinggi, maka rencana itu diakuinya sangat sulit diterapkan.

"Sebab, baik untuk UN atau ujian masuk di perguruan tinggi, apakah yang namanya seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), ujian masuk atau apa pun itu, masing-masing memiliki struktur dan konten soal yang berbeda," paparnya beralasan.

Sebenarnya perguruan tinggi telah memberikan kuota sendiri sebanyak 25 persen  bagi siswa SMA sederajat berprestasi untuk masuk PTN. Yakni, melalui jalur PSSB yang selama ini telah berjalan baik.

"Jalur ini dulunya kita kenal sebagai PMDK. Jadi sesungguhnya PTN sudah mengakui hasil pendidikan di sekolah dengan diterimanya siswa berprestasi tanpa melalui ujian masuk lagi. Sedangkan 75 persen lainnya, memang harus melalui ujian masuk yang disediakan. Sebab dengan ujian masuk pada setiap penerimaan mahasiswa baru, dapat diperoleh kualitas mahasiswa yang lebih baik," urai Sudharto.

Pendapat sama juga disuarakan manajemen Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mereka menilai rencana pemerintah menjadikan UN sebagai tiket masuk PTN memang sulit untuk direalisasikan.

Kepala UPT Humas Sucipto Hadi Purnomo menjelaskan, parameter masuk perguruan tinggi dengan hasil UN memiliki perbedaan mendasar.

"Dengan demikian tidak dapat diukur dengan UN semata. Tapi kalau tidak lulus UN, jangan berharap bisa masuk ke PTN," paparnya. (susilo himawan/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini