Share

Ibu Rumah Tangga Selundupkan 920 Pil Koplo ke Lapas

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 02 Februari 2012 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 02 340 568557 amSlgCQqUt.jpg Ilustrasi (foto:Ist)

TULUNGAGUNG- Lia Ambarwati (24) terlihat cemas ketika petugas Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tulungagung memeriksa barang bawaannya yang ditujukan kepada Very Setiawan (27) penghuni lapas asal Desa Pakel, Kabupaten Tulungagung.

Perempuan asal Desa Karanganom, Kecamatan Kauman itu tidak bisa berkata apa-apa ketika di dalam botol hand body dan sampo, petugas lapas menemukan sebanyak 920 butir pil koplo jenis dobel L. Narkoba kelas rendah itu diduga sengaja hendak diselundupkan ke dalam lapas.

"Saat ini yang bersangkutan beserta barang bukti sudah diamankan petugas polsek setempat," ujar Kanit Reskrim Polsek Kedungwaru Ajun Inspektur Satu Suharno kepada wartawan, Kamis (2/2/2012).

Sejak awal, sipir penjara yang bernama Manaf sudah curiga. Sebab Lia yang berstatus sebagai ibu rumah tangga itu terlihat bingung dan panik saat Manaf menyatakan memeriksa barang bawaan.

Pemeriksaan terhadap setiap barang bawaan pembesuk  penghuni lapas sudah menjadi prosedur yang berlaku. Very merupakan teman suami Lia. Ia dihukum atas perkara pencurian dengan pemberatan.

"Secara fisik barang yang dibawa terlihat penuh sesak. Dan itu sudah membuat curiga," terang Suharno.

Kepada petugas, Lia mengatakan hanya menjalankan apa yang diminta Veri melalui pesan pendek (sms). Bahwa ada barang yang harus dibawanya. Selebihnya ia mengaku tidak tahu menahu dengan isi di dalam botol hand body dan sampo.

"Keberadaan barang ada di orangtua Veri. Lia tinggal mengambil dan membawanya," papar Suharno.  

Saat ini polisi mencoba mengembangkan penyelidikan dengan memanggil orangtua Veri. Apakah memang terlibat dalam aksi penyelundupan ini atau tidak?. "Sebab sangat mungkin selama ini terjadi peredaran narkoba di dalam lapas," katanya.

Jika memang terbukti melanggar hukum, Lia bisa dijerat dengan pasal 197 UU RI No 23 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini