nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perayaan Cap Go Meh di Pontianak Meriah

Dina Dhani, Jurnalis · Selasa 07 Februari 2012 08:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 02 07 340 570790 qi6GJfaqbt.jpg Ilustrasi perayaan Cap Go Meh (Foto: okezone/Genta Wahyu)

PONTIANAK - Perayaan Cap Go Meh yang dirayakan masyarakat Tionghoa di Jalan Gadjah Mada, Pontianak, Kalimantan Barat, sangat meriah. Puluhan ribu orang memadati jalan untuk melihat peragaan beberapa naga dari 23 yayasan di Kota Pontianak.

Tidak saja peragaan naga dari etnis Tionghoa, beberapa etnis seperti Melayu, Madura, Dayak, dan beberapa adat lainnya, juga mempersembahkan kesenian masing-masing. Acara ini digelar oleh Yayasan Bhakti Suci Pontianak.

Perkumpulan perempuan Adat Dayak Kalbar yang di ketuai mantan anggota DPRD Kalbar, Khatarina Lies, menampilkan tarian khas Dayak dan memainkan alat musik Sape. Perkumpulan masyarakat Batak juga tak ketinggalan, mereka menarikan Tor-tor yang diikuti pula oleh Ketua Yayasan Bhakti Suci, The Yu Sia di atas panggung bersama Rihard Silalahi, Ketua Paguyuban Batak di Pontianak.

Tak ketinggalan, saat para naga beraksi, sesekali Wakil Gubernur memberikan angpao kepada naga yang membelalakkan mata karena panjang dan warna naga yang berwarna-warni.

Cap Go Meh merupakan kemeriahan melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Imlek bagi komunitas Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap =10, Go=5, Meh=malam). Saat itu juga merupakan bulan penuh pertama dalam Tahun Baru tersebut.

Perayaan ini dimeriahkan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan, Cap Go Meh dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika para perempuan yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut, suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

Sementara di Kalbar, khususnya di Pontianak, berbagai macam atraksi dan festival dilakukan. Kemeriahan dibalut dengan keberagaman etnis memeriahkan Cap Go Meh dirasakan manfaatnya oleh Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sandjaya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) seperti Ketua DPRD Kalbar, Hartono Azas; Danrem XII 121 ABW, Toto Rinanto; dan beberapa tokoh masyarakat seperti Sekretaris DAD Kalbar, Yakobus Kumis dan Ibrahim Banson.

Melihat antusias masyarakat, diakui orang nomor dua di Kalbar itu, penyelenggaraan multi etnis ini mampu membangun kebersamaan dan toleransi umat beragama di Kalbar. “Saya yakin dengan acara Cap Go Meh ini akan mendatangkan turis, selain turis lokal juga turis asing sehingga di sektor pariwisata akan menguntungkan Kalbar sendiri,” kata Wagub.

Wali Kota Pontianak juga bangga atas terselenggaranya pawai multi etni budaya di awal tahun naga air ini. Ke depan Pemkot akan memikirkan beberapa hal agar masyarakat dapat lebih menikmati hiburan setahun sekali tersebut.

“Ke depan kami akan memikirkan kembali agar masyarakat Kota Pontianak lebih nyaman dalam menikmati hiburan seperti ini. Salah satunya mungkin dengan menutup jalan di satu sisi sehingga ada tempat tersendiri bagi mereka untuk melihat atraksi dengan nyaman,” kata Sutarmidji.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Suci, The Yu Sia mengungkapkan, pihaknya juga mengusahakan kenyamanan para penonton dalam menyaksikan pagelaran Cap Go Meh. “Karena selama ini jumlah peserta dari tahun ke tahun sangat meningkat,” pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini