Pendatang padati Yogyakarta

(koran Sindo), Koran SI · Jum'at 10 Februari 2012 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 10 447 573073 LOsZ7RuRvu.jpg

Sindonews.com – Kota Yogyakarta kini telah menjadi salah satu tempat tujuan urbanisasi. Pertambahan penduduk yang pesat lebih banyak disumbang oleh pendatang, sementara angka kelahiran hanya sedikit.

Berbagai fasilitas dan citra positif yang dimiliki Yogyakarta dinilai menjadi pendorong orang untuk memilih tinggal dan mencatatkan diri secara administratif menjadi warga kota.Tahun lalu jumlah penduduk yang masuk ke Yogyakarta mencapai 10.591 orang.

”Arus kedatangan penduduk ini cenderung lebih banyak,”kata Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta Dedy Feriza kemarin.

Tingginya tingkat urbanisasi di Kota Yogyakarta tidak seimbang dengan pengurangan jumlah penduduk karena perpindahan ke luar kota.Dari 9.883 orang yang mengajukan pindah administrasi kependudukan, hanya 1.067 orang yang pindah menjadi penduduk luar Kota Yogyakarta.

Sisanya hanya pindah ke wilayah lain tapi masih dalam Kota Yogyakarta. Atas kondisi tersebut,Dedy menilai program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan berhasil menahan laju pertumbuhan penduduk di Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota YogyakartaTuty Setyowati mengaku angka kelahiran di wilayahnya rata-rata mencapai 4.000 jiwa setiap tahun.Khusus 2011 lalu jumlah kelahiran mengalami peningkatan sekitar 200 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. ”Tahun lalu ada kelahiran 4.787, kenaikannya sekitar 200-an kejadian dibandingkan 2010,”ucapnya.

Berdasarkan jumlah tersebut, kejadian kelahiran selamat tersebut mampu mendukung upaya pencapaian target pembangunan milenium atau MDGs. Pada 2011 lalu Dinkes Kota Yogyakarta mencatat hanya ada enam kasus kelahiran yang menyebabkan ibunya meninggal dunia dan 26 kasus kelahiran dengan anak tidak selamat.”

Target setiap tahun untuk penambahan akseptor KB ini selalu terpenuhi, setidaknya mencapai 98 persen. Saat ini jumlah peserta KB aktif ada sekitar 35.000-an orang,” ungkap Kepala Kantor KB Kota Yogyakarta CH Lucy Irawati. (wbs)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini